Bekerja terus-terusan berarti berdiam di
zona nyaman. Tidak meluangkan waktu untuk liburan sama saja takut menghadapi
tantangan.
Zona nyaman bukanlah tempat dimana Agang bisa
bersantai-santai. Nyatanya, pekerjaan yang setiap hari Agang lakukan juga bisa
berubah jadi zona nyaman. Maksudnya, Agang sudah merasa nyaman menjalani
rutinitas harian. Bangun pagi, berangkat kuliah atau kerja, pulang menjelang
malam, lalu sampai di rumah, kerja tugas dan tidur.
Ketika Agang merasa cukup melakukan
rutinitas itu setiap harinya, Agang jadi malas meraba hal-hal baru. Agang lupa
betapa serunya menjelajahi tempat–tempat sekalipun itu berada di sekitar
tempat tinggal, berbaur dengan warga di kota atau desa yang baru pertama Agang kunjungi,
hingga beradu pendapat dengan keluarga saat liburan bersama.
Waktu berlibur bisa dijadikan momen
refleksi.
Beristirahatlah di hari libur juga sah-sah saja agar tidak kehabisan
energi ketika memulai pekerjaan nantinya.
Kelelahan atau bahkan jatuh sakit bisa saja
menimpa, kan?
Bukan berarti lari dari kewajiban, mengambil
libur adalah cara mengendalikan hidup agar tetap seimbang
Kesuksesan tidak bisa di raih hanya dengan
bekerja dan bekerja. Kesuksesan adalah milik mereka, orang-orang yang bisa menjalani
hidupnya dengan seimbang. Mulai dari kehidupan sosial hingga spiritual.
Jangan lupa bahwa ada dunia menunggu untuk dijamahi!
Sayang sekali rasanya jika hidup di dunia
tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pergi ke kantor atau ke kampus yang
sama setiap harinya, melewati jalanan yang sama, lalu pulang ke kos atau rumah
dan melakukan hal-hal yang itu-itu saja.
Sementara, di luar sana ada banyak panorama
indah yang belum pernah Agang lihat. Ada orang-orang yang menyenangkan yang
belum pernah ditemui. Ada pula kuliner-kuliner lezat yang belum pernah dicicipi
dan berbagai ciptaan Tuhan lainnya yang belum pernah dinikmati.
Selain pekerjaan atau tugas, Agang punya
keluarga dan teman yang tak kalah pentingnya. Mereka
adalah orang-orang yang layak mendapat waktu Agang.
Sadarilah bahwa kebahagiaan itu banyak
macamnya. Bahagia itu sederhana. Bukan cuma uang dan pekerjaan yang bisa
membuat rasa berbangga muncul.
Manusia
tak bisa meramal apa yang terjadi esok hari.
Yang
kerja di mall juga semangat jika memang diadakan adanya libur weekend mal dan
supermarket akan tutup. “Tapi kan ada jadwal shift?”, kata Afis.
Libur
tak selalu saat weekend tapi anytime. Ingat!
Tapi
diingat pula ibadahnya jangan kelewatan bukan liburan yang kelewatan, ok.
Liburan sambil ibadah ide bagus.
Hola
! (Aku lupa menyapa) :D balik lagi bersama Saya, mahasiswi yang mau berbagi
cerita selama 4 semester ini yang seringnya seminggu full ke kampus tapi tetap
mencuri waktu untuk liburan. Hehe.
Oke
saya tinggal di kos, palingan di kos itu tidur, diam, mengkhayal. Haha. Kerja tugas juga,
mencuci. Makan. Kalau tidak ada di kos berarti saya bepergian. Apalagi sedang
sehat sehatnya dan semangatnya. Seperti kumpulan kalimat diatas yang bilang
bahwa libur tak selamanya sabtu minggu. Bahkan bisa juga ketika kita libur bisa
mengerjakan beberapa pekerjaan kecil itupun ketika tidak berada pada ukuran bad
– se badnya mood kita. Hihi. Saya kadang mengerjakan tugas di XXI. Hehe. Kadang
ke lapangan, ke halte, paling sering ke warnet, warkop, warung, atau gramed. Gramed
tempat ternyaman Hihi. Dan kadang luangkan waktu wawancara mengenai teknologi
baru atau laptop kepada penjual atau mencoba headphone yang musiknya gratis
dipendengarkan yang ujung ujungnya ku tak membeli. usil memang. Tapi, memang lebih enak di kampung.
Jujur Saya di kampung sangat senang memasak. entah, kenapa di kos malas. mungkin karena tak ada yang menilai. Karena kalau di kampung saya suruh orang coba lalu suruh untuk memberi rate 1 - 10. Hahah. Seru juga ketika Saya bergaul dengan ratusan ayam petelur. woah itu pekerjaan yang melelahkan apalagi kayaknya hampir pingsan gara gara baunya. hahah. Tapi, untungnya dapat telur gratis. hihi.
Liburan juga termasuk ketika kita bertemu atau mengajari anak-anak SD. haha. Membuat cerita lucu, coba aplikasi, belajar menggambar, menceritkan hal yang tidak penting tapi mereka sangat antusias, menanam, bicara bola bahkan Akil (Sepupu) sangat up to date mengenai berita bola. Dia masih kelas 4 SD memang dia senang sama bola dan ingin jadi pemain bola. Main tebak lagu dengan Abid (sepupu adik Akil) yang sering menangis karena kalah. Bahkan pernah Saya bernyanyi lagu "Desaku yang kucintaaa.." Abid sebenarnya tahu lagunya tapi tak tahu judulnya. Dia jawab "Masak - masak" seketika Saya dan Akil ketawa. hahah. betul juga lagu desaku menjadi soundtrack masak - masak yang disponsori bumbu desaku. Sumpah!! Kenapa Abid lucu sangat. hihi. Bahkan waktu hari setelah lebaran kami sepupu sibuk cerita dan sering menyanyikan lagu hits "Qerja lembur bagai Qudaaa.." Salami pun ada disitu sambil jilat kakinya. eh tiba tiba Abid memegang pa*tat Salami. tahu kan? pas tepat di lubang keluarnya kotoran. sumpah kami langsung sepi dan tidak bernafas beberapa detik. lalu ketawa sambil guling - guling. hari itu Saya sangat ketawa. setelah diwawancarai katanya ia mengira kalau itu pocci' hahaha. Banyak kejadian lucu yang tak terduga.
Liburan tak selamanya
ke mall, pantai, dan sebagainya. Menurut Saya liburan itu juga ketika kita berada di tempat yang membuat kita ketawa, senang, dan bahagia.
Baca
juga :
Tags
Carita

Hahhaahaa
BalasHapus