Miss Peregrine's Home for Peculiar Children adalah film fantasi Amerika Serikat tahun 2016 yang disutradarai oleh Tim Burton
| Dan diproduseri oleh Peter Chernin dan Jenno Topping. |
| Naskah film ini ditulis oleh
Jane Goldman berdasarkan novel berjudul sama tahun
2011 karya Ransom Riggs. |
| Film ini dibintangi oleh Asa Butterfield, |
| Eva Green, |
| Ella Purnell, |
| Allison Janney, |
| Judi Dench |
| Samuel L. Jackson. |
| Film Miss Peregrine's Home for Peculiar Children ditayangkan secara perdana di Fantastic Fest pada tanggal 25 September 2016 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 30 September 2016. |
Sinopsis
Jake (Asa
Butterfield) adalah seorang remaja yang mempunyai sedikit masalah karena dia
belum bisa menerima kenyataan bahwa kakeknya telah tiada, hal ini menimbulkan
kekhawatiran ayahnya, setelah berkonsultasi dengan seorang psikiater ia
disarankan untuk berlibur kesuatu tempat yang jauh dari kesibukan dan hiruk
pikuk kota, sebuah desa yang nyaris terpencil, dengan harapan jake mampu
melupakan kematian kakeknya.
Nah, di sana Dia bertemu dengan orang – ORANG YANG istimewa, ada yang punya
tubuh seperti balon helium sehingga bila tidak dipegang maka akan terbang
keangkasa, sehingga membuatnya harus memakai sepatu pemberat, ada juga anak
perempuan yang lucu namun punya mulut dibelakang lehernya seperti monster
bergigi tajam dengan selera makan yang besar, ada lagi remaja dengan kekuatan
api, yang bakal membakar apapun sehingga membuatnya selalu memakai sarung
tangan, ada pula anak yang tembus pandang atau transparan, dia harus selalu
mengenakan kemeja agar bisa dilihat oleh yang lainnya, ada pula si kembar yang
punya kekuatan yang mampu mengubah apapun yang dilihatnya menjadi batu,
sehingga memaksa mereka mengenakan penutup kepala, anak yang lainnya punya
keanehan dimana ia menjadi sarang ribuan lebah ditubuhnya, yang mengharuskan
dia memakai kerudung agar lebah-lebahnya tak kemana-mana, remaja lainnya
mempunyai kekuatan membuat benda-benda bisa hidup, ada juga gadis cilik lain
yang punya kekuatan seperti herkules, kuat sekali, mampu mengangkat apapun
seberat apapun, hingga ada bocah yang mampu memproyeksikan mimpi dan kadang mimpinya
menjadi nyata.
Tetapi ada
pula monster yang mengincar mereka adalah manusia-manusia yang ingin hidup
abadi namun gagal, alhasil mereka menjadi monster, dan hanya bisa kembali
kebentuk manusia dengan memakan bola mata orang-orang istimewa seperti
anak-anak itu. Sedangkan Jake mampu melihat hollow, ia pun berjuang
menyelamatkan ms peregrin dan anak-anaknya, dan akhirnya berhasil meskipun
rumah mereka telah hancur oleh bom dari tentara nazi, bagaimana tidak ms
peregrin ditangkap oleh ketua para hollow, sehingga tak ada yang memutar waktu,
sementara anak-anak dievakuasi dari kejaran monster hollow.
Jake pun
merencanakan penyelamatan ms peregrin, dengan menggunakan kecerdikan jake serta
memaksimalkan kelebihan anak-anak. Apakah Jake mampu melumpuhkan
monster-monster hollow dan menyelamatkan ms peregrine?? Atau Bola mata Jake
diambil oleh monster – monster yang
haus bola mata itu?
Nuansa gelap
yang dibalut dengan misteri dan cerita yang tidak jauh dari kisah orang-orang
yang “berbeda” dari orang umum kebanyakan seperti
sudah melekat di dalam gen film ini.
Membaca
sinopsisnya dan beberapa bocoran foto-foto film tersebut, senyum saya muncul
begitu saja. Harapan dan ekspektasi tinggi pun datang. Tapi memang
sebaiknya harapan tidak berada jauh diatas langit. Duh, judul filmnya panjang ya? Disingkat jadi
MPHFPC saja. Trailer film
MPHFPC lalu muncul. Dan reaksi saya
ketika selesai menontonnya,
“ini
film ‘X-Men’? ”
tapi diriku langsung membatin,
“AKU HARUS NONTON FILM INI!”
Mengapa
kukatakan ini film X-men? Karena di sana ada rumah Miss Peregrine yang mirip
dengan sekolah untuk anak-anak mutan milik Profesor X. Isinya di rumah itu?
Anak-anak dengan kekuatan spesial, sama seperti murid-murid di sekolahnya
Profesor X.
Lagi-lagi saya
kecewa. Ini rasanya seperti Agang sedang makan daging sapi, terus Agang yakin
yang Agang makan itu daging sapi, ternyata pas digigit, itu adalah lengkuas.
Kecewa rasanya. Di film
MPHFPC, di beberapa scene tampak spesial efek make up tidak berpadu baik dengan
CGI.
Hampir satu
jam lebih film MPHFPC berjalan, kita disuguhi oleh misteri-misteri yang
berlapis. Dan memang itu berhasil membuat saya penasaran. Siapakah ini? Apa
yang terjadi? Apakah itu? Kenapa begini? Kenapa begitu?
Tapi untuk
dapat mengerti dari semua misteri berlapis di film ini diperlukan konsentrasi
tinggi. Karena kalau tidak, Agang akan kehilangan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
Apalagi Agang
nonton habis pulang kuliah, seharian di kampus, tugas numpuk, di jalan ke
bioskop macet.. (jadi curhat *eh).
Tags
ReviewFilm