A. Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam Menurut Suryanegara (1977)
mengatakan bahwa secara definisi sumber daya alam adalah unsur – unsur
lingkungan alam, baik fisik maupun hayati yang diperlukan manusia dalam
memenuhi kebutuhannya guna meningkatkan kesejahteraan hidup. Sumber Daya
Alam Menurut Ireland (1974) dalam soerianegara, (1977), adalah
keadaan lingkungan alam yang mempunyai nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi,
sumber daya alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam dan dapat digunakan
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam juga dapat
diartikan sebagai sesuatu yang bersumber dari alam dan bisa dimanfaatkan
sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia sehingga kualitas hidup mereka
lebih baik.
1. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam
Berdasarkan Keterbaruannya
Berdasarkan keterbaruan atau kemampuannya untuk
diperbaharui, sumber daya alam dapat dibedakan menjadi 2 jenis:
a.
Sumber Daya Alam
yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat
diperbaharui adalah setiap sumber daya alam yang tidak akan habis meski
digunakan secara terus-menerus, karena jenis sumber daya alam ini bisa
diperbaharui, didaur ulang, atau dibuat kembali. Contoh-contoh sumber daya alam
yang dapat diperbaharui antara lain tumbuhan, hewan, air, hasil hutan, dan lain
sebagainya.
b.
Sumber Daya Alam
yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui adalah setiap sumber daya alam yang akan habis setelah
digunakan secara terus-menerus, karena keberadaannya terbatas dan tidak bisa
diperbaharui, didaur ulang, atau dibuat kembali.Ada banyak contoh sumber daya
alam yang tidak dapat diperbaharui di sekitar lingkungan kita, misalnya bahan
tambang seperti emas, perak, besi, tembaga, nikel, serta minyak bumi seperti
bensin, solar, minyak tanah, dan gas alam.
2.
Jenis-Jenis Sumber
Daya Alam Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, sumber daya alam juga dapat
dibedakan menjadi 2 jenis:
a.
Sumber Daya Alam
Hayati
Sumber daya hayati adalah
setiap sumber daya alam yang berasal dari mahluk hidup. Contoh-contoh sumber
daya alam hayati cukup banyak terdapat di sekitar kita, misalnya susu,
telur, bulu, daging yang berasal dari hewan; kayu, sayuran, buah, getah,
umbi-umbian yang berasal dari hewan, serta beragam mikroorganisme yang sering
dimanfaatkan dalam bioteknologi.
b.
Sumber Daya Alam
Non-Hayati
Sumber daya non-hayati
adalah sumber daya alam yang bukan berasal dari mahluk hidup. Contoh-contoh
sumber daya alam non-hayati misalnya bahan tambang, udara, sinar
matahari, batu akik, minyak bumi, dan lain sebagainya.
3. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Berdasarkan
Pemanfaatannya
Berdasarkan
pemanfaatannya, sumber daya alam juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis:
a. Sumber Daya Alam Penghasil Bahan Baku
Sumber
daya alam ini adalah sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan baku untuk
menghasilkan jenis barang lain yang nilai ekonomis dan fungsinya lebih baik.
Contoh-contoh sumber daya alam penghasil bahan baku, misalnya hasil
perikanan, bahan tambang, hasil pertanian, dan hasil kehutanan.
b. Sumber Daya Alam Penghasil Energi
Sumber
daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang digunakan sebagai
sumber energi dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Contoh-contoh sumber
daya alam jenis ini misalnya minyak bumi, gas alam, sinar matahari, angin,
ombak, air terjun, batu bara, dan lain sebagainya.
B. Sumber
Daya Alam di Indonesia
Mayoritas penduduk Indonesia
bermatapencaharian di bidang pertanian. Oleh karena itu, Indonesia adalah
negara agraris. Namun, sebagai negara agraris diharapkan kebutuhan pangan untuk
warganegaranya dapat dicukupi dari produksi dalam negeri. Kenyataanya, Indonesia
masih mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makanan
pokok, tetapi bahan pangan lainnya seperti gandum, kedelai, dan jagung. Masih
banyak Petani yang hidup dalam kemiskinan dan masih ada penduduk di pedesaan,
yang menjadi sentra produksi pangan, mengalami kelaparan.
Indonesia adalah negara agraris yang
mempunyai keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang tinggi. Inovasi
teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri
telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga
persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad
belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan
manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa
negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai
negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat
berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan
gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki
persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi,
kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan
ekonomi di negara-negara tersebut. Sumber daya alam di Indonesia semua potensi
dapat di kembangkan untuk semua proses produksi. Proses pembentukan sumber daya
alam di Indonesia di sebabkan berbagai faktor, antara lain :
1.
Astronomis
Indonesia
terleak di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, menyebabkan berbagai jenis
tumbuhan dapat tumbuh subur. Oleh karena itu, Indonesia kaya akan berbagai
jenis tumbuhan.
2.
Geologis
Indonesia
terletak pada pertemuan pergerakan lempeng tektonik dan jalur gunung muda dapat
menyebabkan terbentuknya berbagai macam sumber daya mineral yang potensial
untuk di ekploitasi.
3.
Laut di Daerah Indonesia
Laut
di Daerah Indnesia mengandung berbagai sumber daya nabati, hewani, dan mineral
seperti ikan, rumput laut. Mutiara dan minyak tambang.
4.
Distribusi Sumber Daya Alam
Sumber daya hayati terdiri
dari hewani dan nabati yang tersebar di darat an di laut selain hutan yang
luas, Indonesia memiliki perkebunan dan pertanian tersebar hampir di seluruh
Indonesia. Jumlah dan kualitas sumber daya di Indonesia yang meliputi
pertanian, perkebunan sangat baik dan dapat di ekspor ke erbagai negara
tetangga atau negara lan sehingga dapat menambah atau memenuhi devisa negara.
Jenis sumber daya yang di ekspor seperti minyak bumi, gas alam, mineral
lainnya, dan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri
pariwisata .
C. Pemanfaatan
Sumber Daya Alam
Sumber
daya alam merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar,
sumber daya alam harus di manfaatkan sepenuh penuhnya tetapi dengan cara yang
tidak merusak.
1. Manfaat Sumber Daya Alam Hayati
a. Manfaat dalam bidang ekonomi
Berbagai jenis ikan (ikan tuna dan
ikan cakalang) serta jenis udang (udang windu) mempunyai nilai ekonomi tinggi
karena dapat diekspor untuk menghasilkan devisa bagi negara. Nilai ekonomi hutan
dapat berupa hasil kayu dan rotan yang dapat diekspor ke mancanegara atau
digunakan di dalam negeri. Selain itu, ada beberapa jenis tumbuhan di hutan
yang menghasilkan getah, misalnya pinus dan damar. Getah tersebut digunakan
sebagai bahan minyak terpentin. Berbagai jenis tanaman pangan dan tumbuhan obat
juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Hasil tanaman pangan dan obat itu
dapat dijual di pasar setempat atau di pasar nasional. Beberapa jenis tanaman
pangan dapat juga menembus pasar internasional.
b. Manfaat
dalam Bidang Biologi
Manfaat sumber alam hayati dan segi
biologi, yaitu sebagai penunjang kehidupan makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan
oksigen yang diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup. Tumbuhan juga
menghasilkan makanan bagi makhluk hidup yang lain. Tumbuhan di hutan melindungi
tanah dari erosi dan longsor serta dapat menyimpan air untuk kehidupan makhluk
hidup yang lain. Peternakan dan pertanian telah banyak memanfaatkan sumber daya
alam hayati. Berbagai jenis bahan pangan dan sandang diperoleh dan hasil budi
daya tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan yang dibudi dayakan sebenamya
berasal dari hutan yang hingga saat ini masih terdapat berbagai jenis yang
dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa jenis
tumbuhan dan hewan liar ada yang memiliki sifat-sifat unggul, misalnya tahan
terhadap serangan hama dan kekeringan serta penghasil obat-obatan. Apabila
tumbuhan atau hewan liar yang memiliki sifat-sifat unggul tersebut dikawin
silangkan dengan tumbuhan atau hewan lain yang sejenis, kemungkinan akan
diperoleh jenis unggul.
c. Manfaat
bagi Lingkungan
Sumber daya alam hayati merupakan
komponen biotik dalam ekosistem. Tumbuhan hijau berperan sebagai produsen
karena mampu menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri dan makhluk hidup
lain. Proses pembuatan makanan
oleh tumbuhan hijau disebut fotosintesis.
Kegiatan fotosintesis dapat menurunkan kadar CO2 dan meningkatkan kadar 02 di
udara. Hewan berperan sebagai konsumen dan melepaskan CO2 ke udara ketika
bernapas. Mikroorganisme berperan sebagai pengurai yang mengubah zat-zat
organik menjadi zat anorganik terlarut yang dapat diserap oleh akar tanaman
untuk mencegah longsor dan erosi. Apabila pohon-pohon di lereng gunung habis
karena ditebang, air hujan yang mengalir deras akan membawa partikel permukaan
tanah menjadi aliran lumpur.
Akibatnya,
pada musim hujan berikutnya akan lebih banyak lagi air yang mengalir sepanjang
lereng karena daya serap tanah makin berkurang. Berkurangnya daya serap air
oleh tanah itulah yang dapat men gubah tanah menjadi gersang. Pohon-pohon di
daerah pemukiman dapat menurunkan suhu udara. Menurut Bianpoen (1977), pembuatan jalur hijau seluas 400 m X 800
m mampu menurunkan suhu dan bagian kota yang berada pada jarak 2,5 km sebesar
2,5°C, sedangkan sebuah lapangan rumput seluas 100 m X 200 m hanya mampu
menurunkan suhu sebesar 1°C dan bagian kota yang ada pada jarak 1 km.
2. Manfaat Sumber Daya Alam
Non-Hayati
Ada beberapa manfaat sumber
daya alam non-hayati yang diantaranya yaitu;
a. Sumber Daya Fosil
Sumber daya ini juga sering disebut
sumber energi fosil karena dalam pemanfaatannya ia memang lebih sering
digunakan sebagai bahan baku energi. Ada 3 jenis sumber daya fosil yang menjadi
contoh sumber daya alam non hayati, yaitu minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
b. Hutan
Hutan menghasilkan kayu dan rotan yang
bisa digunakan untuk industri kayu lapis dan mebel atau peralatan rumah tangga.
Hutan merupakan pengasil oksigen dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman
ditinggali manusia. Hutan bisa digunakan untuk tempat wisata berburu atau
berkemah.
c.
Emas Perak
Digunakan untuk
perhiasan wanita, mata uang logam, penyimpan kekayaan karena mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi dan dalam industri elektronik emas digunakan beberapa jenis
komponen barang-barang elektronik.
d. Nikel
Untuk campuran membuat baja anti karat, Sebagai
bahan dasar membuat uang koin, dan Lapisan senjata agar tahan lama dan tidak
berkarat.
e. Timah
Untuk
sirkuit elektronik dan sebagai bahan untuk membuat semi konduktor.
f. Bauksit
Bahan dasar industry keramik dan sebagai bahan
dalam proses pemurnian aluminium.
g. Marmer
Untuk
alat rumah tangga seperti meja, lantau dan dinding.
h. Tembaga
Bahan
dasar pembuatan kabel listrik dan pembuatan alat – alat listrik.
D. Aktivitas Manusia yang merusak sumber daya
alam
Manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan. Manusia membutuhkan lingkungan untuk memenuhi
kebutuhannya. Sebagian besar aktivitas manusia melibatkan lingkungan, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan atau interaksi antara manusia
dengan lingkungan ini jika dilakukan dengan tidak bertanggung jawab akan
mengganggu keseimbangan dan kelestarian alam. Terganggunya keseimbangan dan
kelestarian alam akan berdampak pada kehidupan manusia. Berikut beberapa
contoh di antaranya.
1. Pembangunan perumahan yang tidak terencana
Tempat
tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Seiring bertambahnya
jumlah penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal tentu semakin meningkat.
Akibatnya, terjadi perubahan penggunaan lahan. Lahan pertanian yang tadinya
luas, sedikit demi sedikit berubah fungsi menjadi pemukiman. Dengan dibangunnya
perumahan mengakibatkan berkurangnya hutan dan lahan pertanian.
2. Penebangan pohon dan pembakaran hutan
Pepohonan
sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Jadi, penebangan pohon harus dilakukan
secara hati-hati dan disertai dengan usaha pelestariannya. Penebangan hutan
harus disertai dengan penanaman kembali benih-benih pohon yang telah ditebang.
Benih-benih ini akan tumbuh dan dapat menggantikan pohon-pohon yang telah
ditebang. Penebangan hutan liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan
air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Hilangnya habitat dan makhluk
hidup serta musnahnya spesies hewan dan tumbuhan dapat terjadi akibat
penebangan pohon yang tidak terkendali. Ada lagi masalah yang timbul, misalnya
tanah longsor, banjir, dan kebakaran hutan.
3. Penambangan pasir di laut
Kegiatan
penambangan juga dapat mengubah permukaan bumi. Sebagian besar bahan tambang
berada di dalam tanah. Pengambilan bahan tambang dengan cara digali atau
ditambang. Selain penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah, ada juga
cara lainnya yaitu pengerukan. Pengerukan merupakan cara lain yang digunakan
untuk mengumpulkan logam-logam yang terendap di dalam batuan di dasar sungai
atau sumber air lainnya. Kegiatan ini menyebabkan abrasi dan rusaknya pantai
sehingga merusak ekosistem laut. Kegiatan ini juga dapat menenggelamkan pulau
dan memengaruhi keseimbangan ekosistem ikan dan makhluk air lainnya.
4. Polusi
Polusi
merupakan masuknya zat atau bahan-bahan berbahaya lainnya ke dalam lingkungan
pada kadar membahayakan manusia. Polusi juga dapat menyebabkan menurunnya
kualitas lingkungan sehingga membahayakan makhluk hidup yang ada di dalam
lingkungan tersebut. Zat-zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya polusi
dinamakan polutan.
a. Polusi udara
Sumber
polutan penyebab polusi udara umumnya berasal dari sisa pembakaran bahan bakar,
seperti pembakaran batu bara di pabrik dan pembakaran BBM dari kendaraan
bermotor. Sumber lain polutan udara yaitu pembakaran lahan dan hutan. Polusi
udara dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan aneka penyakit mata.
b. Polusi air
Polutan
penyebab polusi air dapat berasal dari limbah cair pabrik, limbah pertanian,
limbah rumah tangga, sampah organik, dan logam berat.
c. Polusi tanah
Sampah
dapat menjadi polutan yang menyebabkan terjadinya polusi tanah. Bahan-bahan
seperti plastik, kaca, logam, dan insektisida merupakan polutan yang sukar
diuraikan oleh dekomposer. Akibatnya, bahan-bahan tersebut akan menumpuk dan
terbenam dalam tanah. Tanah seperti ini akan berkurang porositasnya.
Insektisida dalam tanah juga dapat menyebabkan terbunuhnya makhluk hidup lain
yang justru berguna bagi manusia. Tanah yang tercemar logam berat pun dapat
mengganggu organisme yang hidup di dalam tanah.
E.
Pengelolaan
sumber daya alam
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat
bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal - hal berikut sangat perlu
dilaksanakan.
1.
Sumber
daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang
maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan
agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan
agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
2.
Eksploitasinya
harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
sumber daya alam.
sumber daya alam.
3.
Diperlukan
kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan
pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan
pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
4.
Di
dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a.
Teknologi
yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber
daya untuk pembaruannya.
daya untuk pembaruannya.
b.
Sebagian
hasil panen harus digunakan untuk menjamin
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c.
Dampak
negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
dengan daur ulang.
dengan daur ulang.
d.
Pengelolaannya
harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.
pembaruannya.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.dosenpendidikan.com/13-manfaat-sda-non-hayati-beserta-penjelasannya-lengkap/
PERTANYAAN
1. Bagaimana
cara mengolah, memelihara dan melestarikan SDA?
2. Usaha
apa saja yang pemerintah lakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia?
3. Jelaskanlah
tujuan pemanfaatan sumber daya alam !
4. Mengapa
manusia butuh SDA?
5. Mengapa
di indonesia dalam pengelolaan sumber daya alamnya, selalu orang luar yang
mengolah & mengambilnya?

Mencoba menjawab yang Nomor 4. Bisa dikatakan manusia itu termasuk omnivora doyan makan daging, tumbuhan, minyak, gas, batubara, tanah dan makan ati.
BalasHapusTidak hanya sebagai sumber pangan dan bahan bakar, SDA juga dibutuhkan manusia untuk produksi dan pembuatan berbagai benda dan infrastruktur seperti bangunan, kendaraan, peralatan, dan lain-lain. Selain itu, SDA juga digunakan dalam pengembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan pengembangan ekonomi.
BalasHapus