Sahuuurrr… Sahuuuurrrrr Tok—Tok—Tok-- *Suara Kentungan*

Halo

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh semuanya..
Selamat malam

Sehat? Tepuk tangan dulu baru semangat *Prok..Prok* Oke, Bagus. Sudah.


Kemarin di pasar saya liat baju kemeja bermotif Barcelona. Logonya. Ini inobasi baru. Keren. Tapi, yang saya takutkan kalau motif bola ini kemana – mana. Misalnya ke baju kokoh dan sarung. Nanti, pergi ke mesjid..Wah.. sarungnya warna merah berarti MU. Wah.. ini biru ini pasti Chelsea. Wih.. warna hitam.. pasti wasit. Kalau ada yang salah shalatnya diberi kartu merah.

Kalau bicara soal ramadhan yang kurindukan itu sahur. Kenapa? Karena setiap sahur mesjid dekat rumah saya membangunkan orang – orang dengan cara yang seru. Biasanya kan Sahur….. sahurr. Tapi, disini Sahur…..(Jeda 5 detik)…. Sahur… (Jeda 5 detik)… sahur-sahur-sahur (tak ada jeda)… jadi, kita yang makan 1 kali bilang sahur = 1 sendok makanan ke mulut. Nah, yang tidak enaknya sahur-sahur-sahur .. kalau keselek ikan kering? Saya tak tahu kenapa mungkin karena panitia remaja mesjidnya anti mainstream. Tidak apa – apa. Kreatif. Tapi, jangan sampai panitia mesjidnya kelewatan sampai – sampai kirim salam

“Warga semua.. Sahur.. sahur.. Dg. Kama’ Sahuurrr ada salam dari Dg. Tini”

Jangan kayak begitu.

Kalau penjual sayur yang jadi panitia mesjid

“BAPAK..BAPAK.. IBU.. IBU.. SAHUR.. SAHUR.. ADA SAHUR KANGKUNG.. SAHUR BAYAM..”

Mungkin banyak dari agang yang keliling komplek sambil bawa kentungan.

“Sahuuur..sahurrr”

Kalau di kampung saya sudah tidak ada seperti itu. Banyak yang bilang hal itu menggangu masyarakat. Tapi kan? Tujuannya memang untuk membangunkan orang. Ya, harus berisik supaya orang bangun. Kalau orang tidak berisik, suara jangkrik yang menang. Kalau, tidak mau berisik. Masuk saja kerumahnya.

“Kreeetttt”*suara pintu*

Masuk

“Pak RT sahur pak!”

Belum bangun

“Ayolah.. Pak RT sahur. Yuk!”

Belum bangun juga

*Tarik kumis Pak RT*

---

Khusus Agang yang asli orang Jakarta. Hal yang pasti disenangi adalah Jakarta kosong. Sepi. Mungkin ini salah satu cara untuk membebaskan Jakarta dari kemacetan. Kan, banyak yang mudik. Jakarta kosong. Kita geser Jakarta. Supaya kalau mereka balik, mereka tidak tahu Jakarta kemana.
Pasti Agang yang tinggal di Jakarta enak. Naik Transjakarta kosong. Iya? Naik kereta kosong. Tapi, kalau hari biasa. Wih.. penuhnya. Yang tidak enak saat penuh ada orang yang buang angin. Kalau saya seandainya (seandainya yo..) naik Transjakarta yang penuh. Saya kalau mau buang angin pasti saya tahan sampai muka saya berwarna biru.

---

Saya, asli orang suku Makassar. Orang Makassar itu banyak yang bilang sifatnya keras. Tapi, tidak. Kita halus – halus kok. Orangnya putih lagi. Karena pakai RDL. Bercanda. Serius orang Makassar itu halus – halus. Itulah kenapa banyak orang Makassar yang pandai menidurkan anak. Apalagi dengan royong (lagu pengantar tidur). Jadi, pernah Mak saya ingin menidurkan Abid yang menangis tak karuan. Saya duduk disebelah. Karena tidak berhenti akhirnya digendonglah. Saya ikut juga berdiri disamping Mak ku. Sepupu saya tak berhenti menangis. Akhirnya, dikeluarkan jurus royong.

“Tinroko naik nak nupaselaki samangatnu.. bla..bla..”

Abid masih menangis, saya yang tidur.

---

Pernah liat Ibu – ibu naik motor?  

Saya tak tau kenapa Ibu – Ibu ini apa masalahnya kalau naik motor. Huft. Seng ke kiri belok ke kanan, seng ke kanan belok ke kiri. Tidak nge-seng mundur.  Ditabrak, malah dia yang marah – marah.

“Eh, ibu’ Hati – hati, tidak pakai seng ”

“kenapa pakai seng? Rumah saya dekat”

“saya tidak tahu rumah ibu’?”

“Eh, dek saya ibu RT disini. Itu suami saya menunggu”

*seorang laki – laki balik dengan kumis tebalnya. Ternyata itu Pak RT yang ditarik kumisnya saat sahur*

“oh, oke bu’ saya salah bu’” *pulang gendong motor*

Seharusnya pemerintah sadar dan diperlatihkan untuk ikut dalam balapan. Jadi, kalau balapan jangan kirim Rio Haryanto. Kirim saja Ibu – Ibu. Ikut lomba motor GP. Ibu – Ibu pasti menang. Saya yakin pas tikungan..

“ Valintino Rossi wiihh melaju dengan cepatnya.. Ibu – Ibu wiihh lurus saja lewat rumput”
Ngngngngngngngngng…

---

Jadi, di bulan puasa sepupu saya hobi cuci motor, motornya kering, orangnya basah kuyup.

“kenapa? Mandi?”

“iyo segarnya”

“kalau mau segar jangan pakai air sabun pakai cendol saja apalagi pakai es hmm.. mantap mentong”  *tiba – tiba ingat slogan kelas saya… XII IPA 2 MANTAP MENTONG!!!*

---

Saat lebaran juga banyak orang yang pamer HP. Ini sepupu (masih oramg yang sama dengan diatas) baru beli HP ke toko yang punya orang Cina.

“Kong, HP ada yang murah?”

“wah, kalau HP murah, beli saja HP Cina, ada TV-nya”

“berapa?”

“ belinya serius? Kalau serius saya bilang, kalau tidak. Tidak.”

“kalau begitu androidnya berapa?”

“ih daeng lebih baik HP Cina, murah ada TV –nya lagi”

Cerita lain di rumah sakit dokternya cina

“dok, kucing saya sakitnya kambuh lagi”

“sakit apa?”

“paru – parunya sesak”

“oh. Berobatnya serius atau tidak?”

“iya. Serius! Cepat dok!”

“ih daeng lebih baik sakit muntaber ada TV – nya” *malah dokter yang kambuh jiwa dagangnya*

Tidak lama

“dok, kucing saya mau mati”

“matinya serius atau tidak?”

---

Kalau saat – saat lebaran ada yang namanya THR. Agang pikir, Agang punya keluarga. Anaknya masih bayi dapat THR, itu THR fungsinya untuk apa? Masih bayi.

“Ini Uangnya”

Malahan Mak nya yang senang

“Alhamdulillah, untuk beli gamis baru”

Bapaknya bersyukur juga

“Alhamdulillah, gaji bulanan tidak terpotong”

Ketika saya masih kecil kalau dibagi – bagikan THR. Saya senang dapat banyak. Tapi, setelah besar malahan adik – adik yang meminta THR ke saya.

“Kak.. Sifaaa” *Barusannya panggil “Kak” pasti ada maunya*

“Apa?” -_-

“THR ta’ dulu.. Kakak Sifaaaa”

“Oke, tunggu”

Buka celengan, kuambil uang Rp. 10.000

“Ini”

Adik – adik sedih.

“kenapa? Kalian harusnya bersyukur saya kasi kalian masing masing Rp. 5000. Banyak toh? Bisa beli baksonya Dg. Kila’ ”

“Memang jumlahnya Rp. 5000. Tapi uang Cibi’ (Rp. 100) Cemuuwaaaa.. Huaaah”

---

Kalau lebaran juga acara acara di TV itu pasti temanya lebaran. Iya toh? Tapi, nanti film – film ikut – ikutan juga bertema lebaran. Dan film yang tidak cocok untuk bertema lebaran adalah power ranger. Monsternya turun ke bumi, power ranger tidak berubah dengan kostum yang seperyi biasanya tapi, pakai sarung atau baju muslim. Bertemu dengan monster, bukannya berkelahi malah bersilaturahmi

“power ranger, saya minta maaf atas kesalahanku selama ini”

terus minum sirup marjan~~~~
terus mereka berjejer – jejer di depan kamera~~~


“KAMI DARI KELUARGA POWER RANGER MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI . MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”

2 Komentar

Lebih baru Lebih lama