Adakah yang lebih indah dari rumah?


DIATAS KAYAK DORA YA..

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar lagu tentang rumah judulnya “tentang rumahku” dari Dialog Dini Hari. Beberapa hari lalunya lagi saya hujan – hujanan. Akhir – akhir ini hujan datang disaat aktivitas saya berjalan. 

Entahlah.

Rumah yang akan saya bicarakan bukan hanya rumah yang berbentuk bangunan. Terkadang bangunan yang dibilang rumah itu tidak terasa seperti rumah.

Oke, selesai postingan kali ini.

Itu saja? Pendeknya? Hahaha, jangan khawatir Agang.

Ada yang bilang membangun bangunan rumah itu mudah. Yang sulit itu adalah membangun suasana rumah di dalamnya. Jadi, tidak ada gunanya membangun rumah sebesar istana selebar lapangan bola kalau ternyata penghuninya tidak merasakan suasana rumah.

Coba bayangkan suatu siang, Agang berada di dalam kelas terus mendengarkan ceramah seorang guru. Tiba – tiba, terdengar suara hujan di luar kelas. Apa yang agang pikirkan? Mungkin Agang berpikir tentang cara untuk pulang. Bagaimana keadaan kucing di rumah. Atau apa yang terjadi dengan jemuran yang baru dijemur. Tapi, kebanyakan yang Agang pikir pasti berhubungan dengan rumah.

Tapi, pernah tidak Agang merasakan perasaan nyaman dan aman? Itulah beberapa suasana yang dibutuhkan setiap orang.

Tapi, bagaimana dengan cerita di sinetron itu? Rumah bisa jadi tempat berlindung dari hujan yang turun dari langit, tapi tidak dengan hujan air mata ohhhoho.. ini serius. Saya tidak mau bicara soal air mata yang keluar karena hubungan antara Agang sama si Dia. Saya mau bicara yang lebih serius. Yaitu, tentang keluarga Agang.

Kayaknya Agang tahu kemana arah pembicaraan saya. Saya hanya mau bilang rumah bukan hanya soal sebuah bangunan tapi juga bentuknya sebagai tempat yang nyaman dan aman hingga tua dan tempat terakhir untuk menutup mata ohhoh. Agang akan berada dirumah kalau Agang merasakan kenyamanan, aman, dan cinta dalam waktu yang bersamaan. Agang akan berada di rumah ketika Agang bebas berekspresi dan menuangkan isi pikiran.

Terkadang, Agang tidak perlu berada di dalam sebuah bangunan yang disebut rumah untuk merasakan rumah yang sebenarnya. Agang bisa merasakan ada dirumah ketika Agang di atas tanah, di bawah hujan, dan bersama orang yang Agang cintai.

Saya bicara tentang cinta sejati.


Agang, pikirkan itu.  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama