Yuni: Film Tentang Isu Pe-Rem-Pu-An

Film Indonesia 2021 yang posternya jadi fav ku. Dengan detail-detail kalimat yang mungkin Agang sendiri pernah dengar dari mulut orang lain secara langsung. 

Kemarin pas turun dari bioskop melihat penonton 117k woah kenapa kira filmnya susah naik ya.. mungkin karena timing releasenya yang tidak tepat, datang barengan dengan film-film bagus lainnya. Agang yang sudah nonton angkat tangan dan coba komentar...! Karena aku nonton versi festival ni yang katanya versi bioskop beda ya.. endingnya pun katanya beda kaga sesuram versi festival hahha maksudnya puitis. 

Yuni juga dapat pengakuan internasional dari Platform Prize di TIFF. Sangat menikmati Yuni walaupun hampir 100% baca subtitle karena bahasa yang digunakan Jawa Serang. Cerita yang menggugah. Kweren... Harapnya si film Yuni bisa masuk platform digital dengan dua versi ada festival dan bioskop. Apalagi film ini mengangkat isu tentang toxic feminity. 

Jadi..

Film Yuni menceritakan soal seorang remaja perempuan SMA yang ingin melanjutkan sekolah ke PTN karena termasuk yang pandai lah disekolah. Apalagi ada guru yang mendukung dengan menyuruh mendaftar beasiswa. Tapi di lingkungannya itu sering banget anak masih SMA tetapi dinikahkan sama keluarganya termasuk Yuni yang sudah didatangin 2 laki laki untuk melamarnya. Karena dia merasa tidak ingin makanya dia menolak keduanya. Siapa juga yang mau nikah dengan pria tua beristri bahkan bilang pas ngelamar, kalau misal Yuni kebukti perawan saat malam pertama akan nambah bayar 25jt lagi. What?!

Namun datang 1 laki-laki lain yang juga ingin melamarnya yang mana laki laki itu memiliki rahasia yang tak terduga, tetapi hanya Yuni yang tahu. Akankah Yuni menerimanya? Karena jika tidak, menurut mitos apabila perempuan menolak lamaran dari 3 lelaki maka ia tidak akan dipertemukan dengan jodohnya. 


Karakter tokohnya unik, terlebih Yuni terobsesi dengan segala hal yang berwarna ungu,  serta latar budaya yang juga pas untuk mendukung cerita dari film ini. Komedi ringan, serta puisi-puisi indah dari Alm. Sapardi menggiring emosi. Tone serta sinematografi film ini aku suka membuat lebih larut lagi menikmati film ini. 

Ah ya perhatian.. film ini ada adegan 18+. Aku belum tahu si alasan kenapa film di festival dan bioskop dibedain. Tapi kalau lihat ending yang versi festival memang dah ah ini memang ending tipikal film-film festival. Semoga dengan film-film macam ini bisa jadi standar baru buat film kedepannya, bagut banget. Mulai dari film a world without juga kemarin idenya keren walaupun pas eksekusi filmnya masih kurang menjelang ending, dan kemarin degan vibes vibes yang sama keluar juga trailer atau teaser ya itu.. yaitu Film Arini. 

Film ini sebenarnya menurut aku membahas seksualitas perempuan dengan memperlihatkan kita, atau menyadarkan kita sebagai penonton bahwa ini loh ironi ironi yang terjadi di lingkungan sekitar. Perempuan hanya punya ruang yang sangat kecil untuk  bebas dalam meraih yang mereka inginkan. Memang di Masyarakat kita ini terlalu banyak mitos-mitos yang sering menghambat cita-cita dan kemauan perempuan yang ingin maju. Mitos nikah muda, mitos akibat menolak lamaran dan banyak lagi mitos. Maka mari kita lepaskan itu. Tapi salahnya si beberapa orang anggap mitos itu termasuk dalam adat kebudayaan yang abadi. Jika misalnya melanggar atau tidak mempercayai kebudayaan itu akan mendatangkan sial. 


Film Yuni disutradarai dan ditulis oleh Kamila Andini. Film Yuni dibintangi pemain-pemain terkenal seperti Arawinda Kirana (aku suka penampilannya pas di drama musikal Nurbaya) , Kevin Ardivola, Asmara Abigail, Dll. 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama