Cinta Samadengan Cindolo Na Tape: Fenomena Anak SMA



Industri film asli Makassar sangat menunjukkan kemajuan positif beberapa tahun terakhir. Sejumlah film atau webseries lahir dari anak anak mudanya Makassar. Bukan hanya cerita yang beragam, tapi bagaimana membuat suatu film yang bermutu. Salah satu film lokal yang sedang baru hari pertama tayang (23 Agustus 2018) saya nonton. Judulnya itu Cinta Samadengan Cindolo Na Tape. Film ini digarap oleh 786 Production dan Timur Pictures. Jadi, sebenarnya ini salah satu film lokal yang kutunggu tayang dari tahun lalu. Saat itu saya sedang menjelajahi dunia yutub, nah kutemukan trailernya. Saya berpikir kenapa ini lama sekali, apakah dibatalkan atau bagaimana. Tapi, saya bilang itu tidak mungkin. Hahaha.


Jadi kata sang sutradara, Andi Burhamzah ide film ini dari fenomena anak muda sekarang bahwa banyak yang galau padahal saat itu banyak yang bisa dilakukan yang pastinya positif. 

@AndiBurhamzah


Nah, film ini dibintangi oleh Andi Nayla Irwan sebagai Kak Ria atau kakaknya Timi yang sangat sayang sama saudaranya, yang suka dipuji puji karena cantiknya sama Ian,


 Arjun Subbanul Akbar sebagai Arjun yang perannya itu temannya Ian. Tapi teman rupa kodinya (tidak baiknya), gondrong gondrong. Hihihi.


 Terus ada Brillian Rexy yang memerankan tokoh Ian yaitu temannya Timi dari dulu, tapi sayangnya salah pergaulanki sama arjun dan barka (akrabarka, tahu kan? Yang kakaknya nunu itu heheh).


 Ada pula Maizura sebagai Cinde yang punya perasaan (apa bede’?) juga sama Timi. (siapa yang tidak tahu dia..) penyanyi yang cukup terkenal di Indonesia karena mengikuti The Voice Indonesia. Selain, menjadi tokoh pertama dia juga persembahkan beberapa lagu sebagai soundtrack. Soundtrack – soundtracknya bagus semua. 

Lalu, ada Andi Thesar Resandy sebagai Timi, yang jago gambar sama melukis. Yang na suka Cinde tapi gara gara kalimat “kita bersahabat” hmm.. tak balek balekmi (terbalik balik) meja kursi di cafe. Hahah.

Jadi, pemain Timi dan Ian tetap sama dengan film pendek 2008 itu.

 Saya proud ketika film lokal itu dipercayakan langsung sama actor dan aktris Makassar, apalagi ketika filmnya memakai logat Makassar. Wiihh daebaknya mi. ceritanya juga biasa terjadi di kehidupan masyarakat khusunya yang bersekolah diSMA.

Film ini dapat dinikmati oleh anak muda hingga orang tua. Jadi, saya nonton di XXI Mall Ratu Indah jangan tanya jam berapa. Hihi. Entah, aku sangat antusias hari itu. Mungkin hari itu butuh hiburan setelah teler gara gara naik pete – pete (angkutan umum) dari Malino ke Makassar.

Hahah. Nah, pas beli tiket wih nomor kursi yang ditengah penuh. Akhirnya pilih Hurup kursi K. bayangkan bagaimana tegang lehernya nanti. Huhuhu. Mungkin karena hari pertama itu hari dimana betul betul penuh hampir sold out. Jadinya ramai. Jadi, ada yang bilang kalau film ini kelanjutan dari film Cinta Samadengan Cindolo Na Tape yang dulunya sangat viral di Makassar sekitar tahun 2008 atau 2009 yang dibuat oleh Rusmin Nuryadin.

 Tapi, bedanya kan itu dulu SMP sekarang SMA. atau mungkin di remake kayaknya. setting filmnya mungkin berada pada sebuah kompleks perumahan kayaknya. Terus, saya penasaran tempat yang diatas bukit – bukit itu tempat Timi melukis. Kira – kira dimana? Bagus dan keren, (Yang tahu bisa comment di bawah ini hahah).

Karakter Timi dan Ian menjadi kekuatan di film ini. Bagaimana mereka sangat perlihatkan persahabatan. Dimana, terlihat keegoisan seorang teman karena tidak ingin temannya berubah jadi lebih baik. Jujur, di film ini saya selalu menunggu scene Ian karena hampir setiap scenenya lucu. Hahah. Apalagi saat mendekati ayahnya sofi setelah diberi tips oleh Cinde. Haha. 1 teater tertawa.  Selain itu, banyak lagi scene yang berhasil membuat orang tertawa termasuk saya. Endingnya, juga membuat orang berkata “hmm…” “Ohhh…begitu” Kalau ku ceritakan nanti dikira spoiler (ehh Sifa adami sebenarnya spoliermu..). bukan spoiler itu tapi kalimat yang bisa kasi penasaran orang supaya nonton (“OPale” kata Ian) hahah. Scene yang lucu juga yang hadiahnya Timi sama Ian untuk Sofi saat ulang tahun. Itu di luar dugaan haha. Oh iya, ayahnya Sofi diperankan oleh Pak Syukri yang sedang hits dengan webseriesnya. Siapa yang nonton? Angkat jempol kakinya.


Dari segi cerita yang sederhana tapi cukup menghibur walaupun masih ada kekurangan menurut saya. Misalnya ada beberapa scene yang monoton, humor yang garing, ada juga menurutkuji ini nah, ada salah satu pemeran wanitanya yang salah satu scenenya itu pas dialog tidak naturalki. 

Oke, bagi Agang yang belum nonton segera nonton karena kita harus dukung film Indonesia apalagi yang Film Lokal. Masih ingat film Uang Panai? Film lokal itu masuk box Office loh kata Tumming tadi di Roadshow Narasi TV Hihihi.




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama