Halo, Apa kabar?
Saya sekarang baik saja terbukti sejak lama akhirnya nulis.
Mengapa hampir tidak update selama hampir 2 tahun walaupun hanya sebatas upload tugas kuliah kaya postingan terakhir?
Karena... Sibuk mengurus tugas akhir alias skripsi alias mata kuliah kalau kamu ingin lulus dan dapatin gelar. Sebenarnya ini bukan alasan, kalau memang bisa pintar bagi waktu, bisa saja tetap update hahah. penulisan gaya penulisan Aku bakal berubah dari postingan sebelumnya. Saya merasa seperti miskin mengolah kata kembali yang asyik untuk dibacakan agang-agang hahah.
Jadi saya habis Yudisium kemarin tanggal 06 Desember 2021 dengan cuacanya hujan deres. Kalau Bapak Dekan bilang sudah sah mendapatkan gelar S.Pd. Setelah kurang lebih berapa ya.. 5 tahun 2 bulan kayanya. Hihi guru. rasanya? Sebenarnya, haru, plong, tapi kaya masih tidak menyangka saja bisa selesai juga hahah. Bahkan sampai hari ini bayang-bayangan huru hara skripsi+konsul+ujian masih kebayang hahah. Serem kan.
Hampir 2 tahun ngerjain skripsi ini. Mulai cerita dari mana ya. Mungkin agak panjang. Saya akan menghargai semua ini biar lega juga. Biar nanti jadi pengingat juga pas Aku baca kembali di suatu hari.
Memang dari Seminar Proposal saja sudah telat, kejadiannya baru bulan desember juga. Padahal dah ajuin judul dari bulan februari. Kendalanya si karena pertama tiba-tiba COVID-19, bimbingan jadi berani yang mungkin agak sulit juga karena biasanya dosen corat-coret langsung sedangkan selama online dibacakan melalui hp/laptop terus mengirimkan saran melalui file atau hanya balasan chat. Kedua paling boom adalah ketika proposal sudah selesai beserta instrumennya, dah ACC salah satu dospem. Dst.. pas ingin ACC ke dospem seperti itu, penghargaan mengubah penelitian menjadi pembelajaran yang berkaitan dengan COVID-19. Sudah coba nego tapi tidak berhasil. Itu bulan 5 atau 6, nah pusing dah tu hahah padahal sisa ACC lalu daftar proposal. Tak lama itu ngajuin judul baru Alhamdulillah keterima walaupun ada saran. Judulnya yang keterima, belum isinya hahah. Sepertiya bulan 8 lagi lalu Aku kembali konsul, Setelah berkonsul-konsul akhirnya proposal seminar pada tanggal 16 Desember 2020 dilakukan secara berani. Saat ujian entah jaringanku masalah atau kurang mumpuni sering keluar masuk hahah. Alasan ketiga karena saya terlalu santai juga ngerjainnya. Alias kaga gercep.
total 3 mahasiswa termasuk saya yang mengikuti ujian dimulai jam 8. Deg degan...pasti. Berjalan lancar Alhamdulillah bab 1-3 , tentunya dengan banyak saran.
Tentu saja namanya manusia biasa ada rasa ya ingin bareng-bareng teman seangkatan, tapi sisi lain mikir juga setiap mahasiswa punya jalan dan waktu masing-masing. Tergantung dari kegercepan mahasiswanya sendiri, judul/metode skripsi, dospem, dan pengurusan pengurusan dokumen akademik. Ini tidak akan dilupakan si. Tugas sakral 168 lembar ini juga yang membentuk diri Sifa menjadi yang sekarang. Agang yang habis nyusun juga berapa lembar?
Di tengah pandemi melihat setiap hari gambar orang meninggal ditambah dengan bisa disebut tekanan skripsi tidak? Hahah itu pula jadi sebab mulai merasakan overthinking, cemas berlebihan. Bahkan mulai pikir kayanya Aku tidak bisa selesai, pusing juga kalau misal nanti sudah selesai mau ngapain. Apa bener jadi pendidik? Yang aku rasa, saya yang perlu dididik hahah. Banyak pikiran lainnya yang berintikan tentang masa depan mau digimanain. Tapi sisi lain juga memilih diri sendiri bahwa pasti ada kalau Tuhan berkehendak. Kalau overthink itu hanya pikiran bukann kenyataan. Karena overthinking ini entah bisa dibilang parah atau tidak tapi Saya rasa...sangat mempengaruhi relasi, rasa bahagia.. bahkan saya tidak pernah merasakan euforia akan sesuatu lagi jadi seperti orang yang masa bodoh tapi faktanya overthinker parah hahah, penurunan secara kesehatan fisik juga sangat begitu terasa. Kalau podcast serta artikel bilang si hal itu wajar dialami, tapi memang sewajar itu?
caranya membuat kembali bagaimana kira-kira, setidaknya jadi lebih baik? Atau apakah memang akan menjalani hidup dengan kondisi seperti ini? Atau hanya waktu yang ngubah? Jadi lebih baik atau membuat lebih baik? Yang sekarang dilakukan hanya mengontrol pikiran itu. Saya akan baik baik saja.
Mulai penelitian. mengambil data. Pusing mulai olah data dari mana sampai mau rasanya ngejoki hahah tapi nanti kapan tahunya? Kapan belajarnya? Kadang heran mengapa saya jadi sering mudah merasa putus asa padahal belum coba hahah kalau dibandingkan dulu tugas-tugas atau contoh kecilnya seni tari yang sama sekali tak Kusuka, perasaan tidak ngeluh segininya haha. Andai jika saya tidak didukung dan dibantu keluarga, teman serta YouTube, tidak tahu lagi bagaimana. Mata kuliah skripsi memang tidak jauh dari pusing. Kalau begini belum dapet judul, pusing. Dapet judul.. pusing belum di acc. Sudah diacc..pusing ngerjain lamaran. Sudah proposal.. revisi. Sudah revisi.. melakukan penelitian. Pusing data olah, terus revisi lagi, setelah revisi daftar hasil seminar, pusing mau seminar hasil apalagi Aku dadakan. Sore hari diberi jadwal besok pagi ujiannya. Kalau orang bilang ketar ketir sudah itu hahah. Sudah hasil seminar, revisi dengan saran yang Masya Allah. Setelah revisi daftar tutup, pusing pas bakal lulus atau tunda dulu.
Dan akhirnya, S.Pd
Terima kasih juga sama teman-teman yang jadi tempat nanya dan ngasi info hahah
Tapi tidak sampai itu, pemikiran lain juga muncul hahah
Gelar sarjana itu berat rasanya ya hahah pasti ada juga yang merasakan apalagi bagi sarjana pendidikan. Kaya diberi gelar sama dengan diberi tanggung jawab. Hahaha nanti cerita lagi.