Agang suka
main Dam / checkers? Bagi yang tidak tahu, Dam / checker itu permainan papan
yang berukuran 8x8 dengan dengan 24 potong buah berbentuk lingkaran htam dan
putih. 24 potongan ini bergerak secara diagonal. Kalau Agang ingin main secara
online silahkan mencoba ke situs game online di bawah ini !
http://www.247checkers.com/
Dam
permainan klasik tetapi tetap seru.
Oke. Tadi
itu hanya pengantar
Assalamu
Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya
melihat ke kanan dan ke kiri. Berputar mengelilingi rumah, menatap dinding yang
dihiasi wayang kayu oleh – oleh sepupuku dari Jogja lalu kembali ke kursi.
Duduk dan berdiri lagi. Kemudian duduk lagi hihihi.
Tour guide
/ mascot blog Saya. Namanya Sitti mengawasi dari sudut -_- saya saat itu sibuk
corat – coret buku bekas. Sitti penasaran apa yang kutulis dan kugambar di
kertas yang sudah penuh coretan.
“Sitti,
Saya mau renovasi blog kita. Ada yang perlu diperbaiki. Oh ya, Ini Aku mau
kasih lihat denah rumah yang kubuat waktu SD”
Saya
memang waktu SD sering gambar denah rumah. Sitti tertawa terbahak - bahak
“ini denah
apa? Haha”
“maklum
masih SD. Tapi, ini salah satu karyaku yang kukagumi -_- . oh, iya template
blog kita sudah lama tidak diganti. Bagus tapi membosankan “
Sitti
menghela nafas,”pasti ribut lagi urus template blog yang cocok”
“sebetulnya
Saya tidak tega menggantinya, Sitti. Tapi, Kita harus melakukan suatu hal yang
baru”
Setelah
membicarakan beberapa hal. Saya, Afis, dan Sitti. Oh, iya perkenalkan tour
guide blog WOS baru namanya Afis. Ini Diaaa:
Fakta Afis:
- Tidak bisa
tidur kalau pakai sprinbed, panas dan sakit punggung katanya
- Kalau
makan jeruk hanya airnya, ampasnya dibuang
- Suka
traveling
- Benci cicak
Jadi Afis
ini kakak kandung dari Sitti. Kasihan sitti sendiri yang urus blog ini ketika
Aku sibuk di dunia nyata.
Lanjut,
Saya, Afis dan Sitti pergi ke suatu tempat dan duduk di bangku pete – pete yang
sudah agak bermasalah. Tidak ada pilihan lain. Tidak enak kan sudah duduk di
pete – pete baru 2 langkah mobil jalan sudah bilang “Kiri, Pak” gara – gara
tempat duduknya bermasalah. Sebagai anak kos-an di wilayah Makassar, menikmati
sarana transportasi yang ‘apa adanya’ memang pilihan terbaik. Marah – marah apa
gunanya. Tidak ada yang dengar juga. Sopir juga kadang cukup bilang maaf kalau
diprotes. Untung tidak mengancam,
”Kalau mau
enak naik taksi saja!”
Pete’
pete’ mulai memasuki jalan Andi Tonro. Setelah merayap karena macet di
sepanjang jalan Sultan Alauddin, kami mulai berharap perjalanan lebih lancar
sampai ke Ratulangi. Turun di jalan Ratulangi singgah ke warung bakso. Seorang
pengamen datang sambil memegang gitar
“Maaf,
kalau mengganggu Pak, Bu!”
Suaranya
mengalahkan bunyi kendaraan di depan warung. Jreng.. jreng.. jreng
“Barusannya
tidak bagus suaranya” kata Afis yang pernah bercita – cita jadi penyanyi.
Pengamen di warung bakso ini biasanya nyanyi 2 – 3 lagu. Biasanya, juga tidak
terlalu buruk untuk sebagai hiburan.
“Iya,
merusak pendengaran -_-,“ komentar Sitti
Sitti
memang terlalu jujur. Makanya, jadi tour guide blogku -_= saya perhatikan
pengamen itu. Sedikit bekas jahitan di pipi kiri dan bekas tato di lengan kanan
-_- huft. Entahlah saya takut sama orang yang punya tato – tato..
Lagu pertama
dari Virgoun. Kedua, Iwan Fals. Afis senyum – senyum tidak jelas sambil
menggerakkan badannya ke kiri – kanan mengikuti suara penyanyi jalanan itu. Walaupun
Sitti terlalu jujur dia sebenarnya baik hati. Sitti memberi pengamen itu uang
Rp. 2000 dari dompetku. Iya, dompetku.

Cie... Cerita pribadi nih??
BalasHapus