
Sumber: http://myglobalteens.files.wordpress.com/2011/04/arvinozulkagambarberitakoranjakarta20091025184549.jpg
1. Pemerataan
pendidikan di Indonesia
Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata.
Misalnya saja di kota-kota besar sarana dan prasarana pendidikan disana sudah
sangat maju. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana
seadanya. Bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal
pendidikannya. Daerah-daerah di Indonesia timur bukan hanya sarana dan
prasarana yang kurang tapi juga kurangnya tenaga pengajar sehingga
sekolah-sekolah disana masih membutuhkan guru-guru dari daerah-daerah lain.
Walaupun ada warga negara Indonesia yang tinggal di kota-kota besar tapi karena
mereka termasuk ke dalam warga negara yang kurang mampu sehingga mereka tidak
bisa merasakan pendidikan.
Tentunya, untuk mengatasi masalah pemerataan pendidikan
pemerintah telah mengupayakan berbagai cara agar pendidikan di Indonesia merata
sejak tahun 1984. Seperti mulai dari pemerataan pendidikan sekolah dasar,
selanjutnya diikuti dengan wajib belajar 9 tahun sejak 2 Mei tahun 1994. Wajib
belajar 9 tahun direncanakan tuntas pada tahun 2008, serta menyebar lulusan
guru-guru ke daerah-daerah yang masih minim tenaga pengajarnya dan banyak lagi
program-program yang pemerintah lakukan.
Sudah banyak dari program-program pemerintah tersebut yang
berhasil, namun upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tidak semuanya berhasil
2. Mutu
pendidikan di Indonesia
Fakta di Indonesia, Pendidikan Dasar mendapat tekanan khusus
bila dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain. menurut para pakar
pendidikan, Pendidikan Dasar ini yang paling parah. Sarananya saja paling
banyak rusak dibandingkan SLTP dan SLTA. Belum lagi menyangkut masalah
pelaksanaan proses belajarnya.
Pemerintah sudah melakukan usaha terbaiknya dengan mengganti
kurikulum yang dinilai kurang efektif, memperbaikinya, hingga mengganti model
pembelajarannya. Itu merupakan sebuah usaha yang harus kita hargai.
Untuk para guru dan calon guru, dituntut untuk
menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan, yang membuat para
siswa tidak jenuh ketika belajar. Guru merupakan kunci revolusi pendidikan.
Baik atau buruknya kualitas murid, merupakan hasil dari pembawaan guru.
3. Relevansi
Pendidikan di Indonesia
Masalah
relevansi diketahui dari banyaknya
lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan
tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data
BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran
terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5%
dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan
kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%,
dan 15,07%.
Tags
TugasPGSD
miris karna pendidikan di indonesia gak merata! semoga pendidikan di indonesia bisa lebih maju lagi
BalasHapuswah kasian pendidikan di indonesia
BalasHapussering ganti, kurikulum termasuk salah satu masalah menurut ane
BalasHapus