![]() |
||||
|
||||

KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr wb
Puji syukur
Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah swt karena dengan ridha-Nya
makalah “Hakekat Seni” ini dapat
terselesaikan tepat waktu.
Makalah ini
kami tulis guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan seni pada semester 2
tahun 2017 ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi
manfaat bagi pembaca sekalian.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikium
wr wb
DAFTAR ISI
Judul.................................................................................................................
Kata Pengantar
..............................................................................................
Daftar isi
.........................................................................................................
Bab 1 Pendahuluan
A. Latar
belakang
B. Rumusan
masalah
Bab 2 Pembahasan
A. Wawasan
Seni
B. Fungsi
Seni
C.
D. Keimanan
dan Ketakwaan
Bab
3 Penutup
A. Kesimpulan
B. Kritik
dan Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
Pendahuluan
A. Latar
Belakang
Makalah ini merupakan pemenuhan tugas Pendidikan seni yang memang harus
terpenuhi sebagai nilai tambahan yang sudah ditentukan oleh pengajar disamping
itu juga makalah ini sangat bermanfaat bagi pembaca karena pada makalah ini
sedikit/banyaknya terdapat ilmu yang dapat diambil sebagai pengetahuan atau
wawasan.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang diberikan kesempurnaan
dibandingkan makhluk lain, maka dari itu ada beberapa manusia yang memang
menggunakan akalnya untuk mengkaji hal-hal yang belum ada sebagai rasa
keingintauan seperti halnya pada makalah ini juga akan mengkaji yaitu
diantaranya tentang wawasan seni, fungsi seni, yang berisi dari berbagai
sumber, agar makalah ini ada nilai banding dengan makalah lain.
B.
Rumusan
masalah
Beberapa pokok yang akan dibahas dalam makalah ini
antara lain adalah sebagai berikut:
1. Wawasan Seni
2 . Fungsi
Seni
.
BAB II
Pembahasan
Hakekat Seni
Istilah
seni berasal dari istilah, “Seni” dalam bahasa sansekerta yang berarti
pemujaan, pelayanan, donasi.
Menurut Soedarso
( 1988 : 16-17) mengaitikan seni berasal dari bahasa belanda “genie” atau
jenius. Atau versi yang lain disebut “clipa” yang berarti berwarna (atau sifat)
atau pewarna (kata benda) kemudian berkembang menjadi clipa castra yang berarti
segala macam kekriyaan (hasil keterampilan tangan) yang artistik.
Menurut Ki Hajar
Dewantoro seni merupakan segala
perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah,
sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
Dalam
perkembangan selanjutnya dari asal kata seni muncul berbagai pengertian seni,
yaitu :
1.
Seni sebagai karya seni
(/work of art)
Menurut Joganatha,
pengertian seni sebagai benda/karya seni adalah bahwa seni atau keindahan
adalah sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekedar rasa
gembira karena memiliki unsur transendental
atau spiritual. Misalnya lukisan dinding gua yang diperkirakan berasal dari
zaman pra sejarah yang memiliki nilai religi yang membangkitkan spirit dan
sugesti terhadap binatang buruan manusia purba masa itu.
2. Seni
sebagai kemahiran (Skill)
Menurut Aristoteles,
pemahaman seni sebagai kemahian dimaknai seni merupakan kemampuan dalam membuat
sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai
suatu tujuan yang ditentukan oleh
rasio/logika atau gagasan
tertentu. Misalnya Idris
Sardi, seorang violis Indonesia
yang terkenal karena kemahirannya dalam memainkan karya-karya musik dengan
improvisasi nada kreatifnya
3. Seni
sebagai kegiatan manusia (human activity)
Menurut Leo Tolstoy, seni merupakan kegiatan sadar
manusia dengan perantaraan tanda-tanda lahiriah tertentu untuk
menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain,
sehingga mereka kejangkitan perasaan yang sama dan juga mengalaminya.
Misalnya Didi Nini Thowok, seorang penari dan koreografer tari yang
terampil dalam kostum wanita membawakan karya tariannya yang kocak dan baru.
Seni secara teori dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu seni murni
dan seni terapan. Seni murni adalah penciptaan seni yang hanya mempertimbangkan
fungsi dan bentuknya, sedangkan seni terapan adalah penciptaan seni yang
dirancang untuk kepentingan tertentu di luar fungsi sebenarnya.
4. Seni indah (fine art)
5.
Seni
penglihatan (visual art)
A.
Wawasan
Seni
Wawasan
seni secara umum adalah sikap, pendekatan, pemahaman serta penghayatan
seseorang terhadap kesenian dan karya seni .
Wawasan
seni yang berbeda akan menentukan sikap dan pandangan yang berbeda pula dalam
menghadapi kesenian secara umum dan pendidikan kesenian pada khususnya.
Cabang-cabang
seni dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kategori. Cabang-cabang seni
meliputi aspek-aspek yang dapat dikategorikan sebagai karya seni.
1. Senin
memiliki dimensi Ekonomi, artinya seni memilki konteks dengan persoalan
ekonomi.Contoh : lukisan yang tidak hanya sebagai pajangan apresiasi tetapi
juga menjadi komunitas dagang yang menghasilkan keuntungn finansial.
2. Seni
memiliki dimensi politik. Lukisan leading the people adalah lukisan tentang
revolusi perancis. Lukisan ini mengungkapkan tetang peristiwa revolusi yang
mengubah kekuasaan dari monarki ke republik.
![]() |
B.
Fungsi
Seni
1. Dalam
Masyarakat Tradisional
Dalam pemahaman umum,
seni sering diartikan sebagai hiburan. Konotasi inilah yang harus kita perjelas
tdak hanya sebagai hiburan. Seni pemahaman yang lebih kompleks dapat diartikan
sebagai legitimasi, ketika seni itu berada dalam istana (kraton).
Soedarsono
mengungkapkan bahwa fungsi seni ada 3 yaitu :
a. Pemujaan /
Ritual
Fungsi seni
untuk pemujaan berlangsung pada saat peradaban manusia masih terbelakang.
Kecenderungan seni ritual pada masa lalu lebih menekan kan pada misi daripada
fisik atau bentuk. tidak mengherankan kalau bentuk seni ritual untuk pemujaan
masih sangat sederhana, baik dari aspek musik ringan, busana (kostum) serta rias,
gerak maupun penggunaan dekorasi sebagaisettingpertunjukan. pada saat
ini kita masih dapat menemui jejak-jejak seni yang berperan sebagai
ritual/pemujaan, misalnya tari baronf pada upacara di bali.
b.
Tuntunan
Fungsi
tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal diungkapkan. dalam hal
ini pelaku seni lebih dituntut menyampaikan pesan moral. Contoh, Seorang dalang
harus mampu memerankan tokoh yang ada dalam kotak wayangnya. Dalang harus mampu
membawakan diri dan memilah mana tokoh simbol angkara murka dan mana tokoh
simbol kebaikan. Dimensi iilah yang mewarnai tuntunan dibalik sebuah tontonan.
c.
Tontonan/Hiburan
Seni yang
menghibur adalah seni yang mampu memberi kesenangan pada seorang atau kelompok
orang yang ada disekitar pertunjukan.
Secara umum
fungsi kesenian didunia ada 8 yaitu :
1.
Pemujaan/ritual
Fungsi seni untuk
pemujaan berlangsung kepada masa ketika peradaban manusia masih sangat
terbelakang. Kehidupan kesenian waktu itu belum mengenal adanya instrumen
musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lai-lain seperti kesenian pada masa
kini.
2. Tuntunan
Fungsi seni lebih
menyentuh pada misi secara verbal diungkapkan. Pelaku seni dalam hal ini lebih
dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang akan dicapai seorang dalang
sebagai contoh, harus mampu memerankan semua tokoh yang ada dalam kotak
wayangnya.
3. Tontonan/hiburan
Fungsi seni sebagai
tontonan/hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan. Seni untuk hiburan tidak
terikat pada misi tertentu. Seni yang menghibur adalah seni yang mampu memberi
kesenangan pada seseorang/kelompok orang yang berada disekitar pertunjukan.
2. Fungsi
seni dalam masyarakat moderen
Fungsi seni dalam
masyarakat moderen berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat moderen yang
sangat beragam dan kompleks. Seni secara jelas dapat di jumpai di setiap elemen
dan situasi kehidupan. Mungkin di masa lalu seni juga sudah mengusung fungsi berikut
ini namun tidak tampil secara jelas.
a. Ekspresi/aktualisasi
diri
Kecenderungan fungsi pertunjukan untuk
ekspresi atau aktualisasi diri merupakan perwujudan dari semboyang seni untuk
seni.
b. Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan merupakan
elemen mendasar yang perlu dipahami. Hal ini karena esensi seni sebenarnya
tidak dapat lepas dari muatan edukatif. Degan kata lain perkataan apa yang di
dwonload kedalam berbagai cabang seni meruapakan saran untuk mewujudkan tujuan
untuk membentuk budi pekerti.
c. Industri
Fungsi seni sebagai industri lebih
mengarah pada tujuan atau kepentingan tertentu untukmendukung suatu produk
tertentu. Seni untuk industri adalah sesuatu yang mampu memberi daya tarik pada
produk yang ditawarkan.
d. Seni
Terapi
Seni untuk terapi digunakan secara
khusus untuk memberi ketenangan batin seseorangnyang sedang menderita secara
psikis dengan berolah seni seseorang yang memiliki permasalahan atau tertekan
jiwanya akan terobati.
e. Komersial/instant
Seni untuk kategori sebagai alat
mendatangkan keuntungan (entertaiment) ini biasa dibuat menurut keperluan dan
keinginan si penanggap. Apapun bentuk dan wujud kesenian itu asal mampu
memenuhi keinginan pembeli tidak masalah, walaupun kadang-kadang harus menimpa
pada norma estetis yang berlaku.
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Setelah
menyelesaikan makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa Hakekat seni dapat
diartikan Istilah seni berasal dari istilah,
“Seni” dalam bahasa sansekerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi.Wawasan
seni secara umum adalah sikap, pendekatan, pemahaman serta penghayatan
seseorang terhadap kesenian dan karya seni .Wawasan seni yang berbeda akan
menentukan sikap dan pandangan yang berbeda pula dalam menghadapi kesenian
secara umum dan pendidikan kesenian pada khususnya. Dalam pemahaman umum, seni
sering diartikan sebagai hiburan. Konotasi inilah yang harus kita perjelas tdak
hanya sebagai hiburan. Seni pemahaman yang lebih kompleks dapat diartikan
sebagai legitimasi, ketika seni itu berada dalam istana (kraton).
B. Kritik dan
Saran
Sebagai
seorang pemula, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Karena
saran dan kritik itu akan bermanfaat bagi kami untuk memperbaiki atau
memperdalam kajian ini.
DAFTAR PUSTAKA
The
Liang Gie, 1996. Filsafat keindahan. Yogjakarta: Pusat belajar ilmu berguna
Sumardjo, Jakob, 2000. Filsafat Seni. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Widyawati, Setya. 2003. Buku ajar filsafat seni. Surakarta: P2AI dan STSI PRESS
Dharsono sony kartika. 2004. Pengantar estetika. Bandung: Rekayasa Sains
Soedarsono. 1992. Pengantar apresiasi seni. Jakarta: balai pustaka
Sumardjo, Jakob, 2000. Filsafat Seni. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Widyawati, Setya. 2003. Buku ajar filsafat seni. Surakarta: P2AI dan STSI PRESS
Dharsono sony kartika. 2004. Pengantar estetika. Bandung: Rekayasa Sains
Soedarsono. 1992. Pengantar apresiasi seni. Jakarta: balai pustaka


jadi kayak gini ya makalah ,, maklum gak kuliahan .. makasih infonya
BalasHapus