Assalamu
Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Hai
Agang I’m Back… huhuhu. #Apakah-,- baru sempat iseng menulis lagi. Kasihan blog
ini tidak terurus dengan baik.
Ini tulisan (Read:Curhat) kesekian kalinya
untuk blog ini.
Sebagai
mahasiswa baru bukan berarti bisa kurus. Hidup disini membuat cacing – cacing
di perut saya hidup dengan damai sejahtera. Hmm. Mungkin hidup saya tidak bisa
jauh dari makanan..
Dan,
Sebagai mahasiswa baru, tentu hal yang pertama yang saya lakukan ketika saya
injakkan kaki disini adalah beradaptasi.
Dan
lagi – lagi sebagai mahasiswa baru yang rumahnya jauh + tidak tahu mengendarai
motor akhirnya saya memilih untuk jadi anak kost.
Cerita
sedikit saya tinggal di kamar kos berukuran sekitar 4 x 3 m dengan kondisi
kamar seadanya. Di dalam kamar itu berisikan lemari, tapi harapanku mau lemari
yang pakai sidik jari (-_-)? kasur, Saking
sayangnya Mak dengan saya, Mak bawakan saya selimut. Hehe. Kalau saya pakai
selimut bisa – bisa jadi pepes kalomang. kipas angin, buku,setrika, cermin,
baju, handuk, alat mandi, sepatu, tas, piring, mangkok, sendok, bantal, ATK,
tempat sampah, ember, hanger baju, galon + pompanya, kamar mandi, Air di kosan saya Alhamdulillah lancar
terus. tapi tidak ada TV.. huft..
sunyi.. tapi, saya bisa lebih tenang, focus dan tentunya merasa tetap nyaman.
Kalau di rumah banyak sekali godaan untuk bermalas – malasan. Walaupun hari –
hari pertama saya masih belum terbiasa.
Saya
lebih memilih untuk ngekost sendiri daripada sama teman karena saya itu tipe
orang yang lebih nyaman kalau suatu kamar, saya bisa kuasai sendirian..
HAHAHA!!!!
Nurul
teman SMA saya, pernah tawarkan untuk tinggal serumah di rumahnya. Sayangnya,
saya sudah bayar kos. Asyik memang kayaknya kalau sama teman daripada sama
orang yang baru dikenal. Kalau sama teman karena sudah akrab jadi enak. Asyik
dan sudah tahu sifatnya. Kalau yang baru kenal tidak tahu sama sekali dan
terkesan canggung juga.
Dinikmati
saja. Tapi, kalau sendirian juga, rasanya ada horror – horrornya ^^
Tapi,
di kost saya ramai karena adanya adanya adek – adek kecil nan lucu yang punya
kos. Saking lucunya, saya beri segenggam kerupuk kaktus, mereka maunya setoples
-_-
Saat
– saat minggu pertama saya beranikan diri untuk keliling di daerah sekitar kos.
Untungnya, di dekat kos ada warung yang jual lauk pauk, pernah beli ikan
balado. ada juga batagor, batagornya enak. es teler nya juga enak. pop ice
(sudah), alfamart (beli mie -_- dan galon), indomaret (belum, lebih jauh
jaraknya daripada Alfamart), pasar (beli jeruk 1 biji dan kangkung), cimol
(2000 = 12 biji), penjual ayam dan mie goreng (coming soon alias tunggu ada
uang kiriman :P), es kelapa (kayaknya malas, sudah sering di Malino). Oh iya
setiap hari juga ada penjual bakso yang pakai motor selalu mampir di kos karena
rata – rata anak kos disini sudah jadi pelanggang Mas itu. Enak baksonya. Jadi,
tidak susah kalau soal makan.
Sebenarnya
di Makassar ada rumah keluarga. Kalau naik angkutan umum jauh. Kalau naik motor
lumayan dekat. Tapi, saya tidak tahu naik motor T_T
Oh
ya saya kuliah di Universitas Negeri Makassar
Sekarang semua
serba sendiri. Masakan enak dari Mak tak ada lagi. Tapi, menurut saya pribadi
justru jadi anak kos itu akan melatih kemandirian kita agar tidak selalu
bergantung sama orang lain. Terus juga tentang tanggung jawab dan
kesederhanaan. Tanggung jawabnya itu dalam mengelola uang yang bagaimana cara
kita agar uang itu bisa mencukupi kita sampai akhir bulan bahkan lebih bagus
lagi kalau masih ada yang tinggal. Jadi anak kos itu kita harus bisa jaga diri,
tahu mana yang baik mana yang tidak.
Agang
punya pengalaman atau tips untuk anak kos? Ayo komentar dibawah..
Oh
iya, saya mau Tanya kalau nasi basi itu bentuknya seperti apa???
Eh,
sudah dulu.. sampai jumpa.
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Thanks gan artikelnya
BalasHapusSama - Sama gan.. sering berkunjung
HapusPengalaman saya waktu pertama tinggal di kost saat berkuliah di STMIK AMIKOM Yogyakarta dulu seperti hidup sendiri didalam satu atap. karena hampir semua tetangga kost saya itu sudah semester menengah semua gan. dan hanya saya lah yg masih polos polos nya disitu (semester awal) mau menyapa segan. menunggu sapaan seperti nya kurang etis. akhirnya hanya berbaring didalam kamar. pada akhirnya tidak lama setelah itu sekitar 2 minggu ada tetangga kost saya yg mengetuk pintu kamar saya, saya kira teman kampus. eh ternyata teman kost yang ingin meminjam gelas karna dia kedatangan tamu, tau sendiri lah gan anak kost itu paling mentok punya 1 sampai 3 gelas. wkwkwk mulai dari situ saya beranikan diri untuk saling berinteraksi, dari meminjam sebuah gelas hingga meminjam sebuah mobil. intinya anak kost itu semua jauh dari kampung halman, jadi bagi yang jauh dari kampung halaman dan baru tinggal di kostg kost-an jangan malu untuk berinteraksi dengan teman kost lain, karena mereka sependeritaan dengan kalian, jangan cuma masak-masak sendiri, makan-makan sendiri.
BalasHapus~Sosial Itu Penting!!~
usul gan....kalau bisa font nya diperbesar sedikit..biar lebih mudah dibaca...
BalasHapustrus...soal ngekos sendiri...saya setuju..karena saya juga begitu dulu waktu di makassar...hehee..
btw, saya jadi followers di G+
BalasHapusThanks info
BalasHapus