Mau
menulis..
Silahkan
kalau mau baca.
Tepat
di hari Sabtu, 05 Maret 2016 lalu. Saya baru saja menginjakkan kaki di usia
yang baru, yakni 17 tahun. Menurut saya, bukan sesuatu hal yang harus dirayakan
dengan megah. Seperti lempar telur. Tapi tak tahu saya merasa bangga. Karena
sebentar lagi saya punya KATEPE..
Di
hari ulang tahun tersebut saya sangat berterima kasih buat teman teman semua
yang sudah beri kue. Sedih. Karena saat fase terakhir SMA, dan dimana saya
sangat berharap Tumpang ada disitu. Tapi, sudahlah.
Keluarga?
Tidak ada yang ingat. Kebanyakan saya sendiri yang bilang
“Mak,
Pak ulang tahunga’”
“ulang
tahun ko?”
“-_-“
1
hari kemudian~~
Atty
(kakak)
“ulang
tahunko di’ kemarin” *Baru post status di FB*
2
hari kemudian~~
Guruh
(sepupu)
“selamat
ulang tahun.. nanti pi kadonya pulang pa’ ”
“baju
kaos nah..”
“gantungan
kunci saja”
“-_-“
Teman
FB..
Tidak
Ada.. berarti kalo ku privasi tanggal lahirku.. tidak ada yang tahu…
Teman
Sekolah
Beberapa..
-_-
Agang
Blogger
Tidak
ada
Oke
tidak apa apa~~
Usia
17 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dirasa memang singkat, tetapi perasaan
tidak selalu sama dengan kenyataan.
Saya
ibaratnya masih menjadi nasi yang dimasak. Dan ada orang yang siap memakan
saya. Ketika saya matang saya harus siap untuk dimakan dengan ikan bandeng,
rasanya enak, atau kurang sedap. Kembali lagi ke lidah si pemakan. Saya hanya
punya 2 pilihan yaitu enak atau tidak enak saat dimakan. Tapi bukankah nasi
rasanya sama saja? Hambar. Untung ada ikan bandeng yang rasanya sedap. Tapi
tunggu dulu? Kenapa lauknya harus ikan bandeng? Kenapa bukan ikan Asin?
Berdoa
di saat ultah, itu penting. Tetapi, kenapa harus saat ultah saja berdoa?
Bukannya kita berdoa setiap hari? Mungkin itu orang yang %fdswhtr&#*!
Menganggap hari ultah adalah segala – galanya. Padahal, ultah hanya hari biasa,
sama 24 jam, tidak kurang, tidak lebih. Kecuali kalo ada mesin waktu.
Hadiah?
Apakah itu penting? Bisa penting bisa tidak. Pentingnya,tidak tau. Karena bisa
saja hal yang kuanggap penting tidak penting sama orang lain. Ya begitulah
manusia berbeda.
Kalo
kita berbeda? Berarti kita bisa sama siapa? Mungkin kita sama dengan kera.
Tapi, tunggu dulu bukankah kera tidak punya akal. Sama seperti manusia? Ya
manusia zaman sekarang kadang bertingkah seperti tidak punya akal.
Bisakah
saya membanggakan orang tua? Tentu bisa. Karena manusia diciptakan selalu bisa
selama dia mampu. Sudahkah saya membanggakan orang tua? Sudah, belum, sudah,
belum, tak tau. Menurutku, belum…tau. Bingung
“apa
saja yang sudah saya lakukan selama 17 tahun ini?”
“Apakah
saya harus mengubah hidup?”
“siapa
Siti Fatimah Az – Zahra sekarang?”
“kapan
mengubah hidup menjadi lebih baik?”
“bagaimana
cara mengubahnya ? Apakah pakai kode batang macam UN?”
“kenapa
mengubah hidup?”
“sampai
mana kemampuan saya untuk mengubah itu?”
Ulang
tahun – 17
1
kali datang, 1 hari langsung hilang.
Oke.
Berbicara
soal ultah ke-17, cara bikin KATEPE bagaimana?
Apakah
saya kasi hadiah ke petugasnya?

yaumul milad sifa , knapa ndak ada pemberitahuan di fb ??
BalasHapusKu privasi tanggal lahirku...
HapusMakan makannya jangan lupa min :D
BalasHapusBerasa menang 1 M ya hahah
Hapusaih ampe terharu baca cerita mimin :v
BalasHapusJarang jarang lho..
HapusHihi.. Lucu tulisannya
BalasHapusHehehe iya dong
Hapus