Ekspedisi Ke Palu #Part 1 : My First Fly



Saya Pergi ke Palu, Sulawesi Tengah atau tepatnya di Desa Ogoamas 2 mau lebaran sekaligus  menghadiri pengantin sepupu, Guntur. Saya mulai packing waktu malam, banyaknya ku bawa’ baju. Pas sahur Mak ku memasukkan lagi baju ke dalam tas. 1 tas sama Atty. Keesokan harinya, Selasa tanggal.. lupa wkwk. Saya pusing urus ini  apalagi ada mau ubah kartu keluarganya seseorang. Kuscanlah baru kuedit (wkwk bisa dijerat pemalsuan). Kenapa tidak mau teredit dipotosop ommale’ pusingku karena kalo di photoscape Saya tidak tau warna apa yang sama sebagai penutup, kan kalo potosop ada color pickernya. Ohh~ bagaimana caranya~ akhirnya dapat aplikasi Paint semoga bisa jika tidak bisa tidak ada lagi harapan.

Setelah itu Saya menuju ke Makassar pergi ke rumahnya Abdal (sepupu) karena tiket pesawatku jam 9 malam. Ohiya yang berangkat itu Saya, Atty sama Guntur ikut juga Bapakku tapi sampai di bandara saja. Sampai di Makassar Saya langsung minum air karena tidak puasa hihihihi… main gitar, Saya baru main gitar lagi selama 6 bulan. Senangku. Setelah itu nonton, Saya tidak tau cara menyalakan TV-nya karena lcd komputer saja jadi TV. Eh ku otak atiklah sudah ada gambar tidak ada lagi suaranya. Jadi ambil remot kutambahkan volumenya sampai 100 masih tak ada suara ternyata kabel speackernya belum tersambung. Kusambunglah… yeyyy!! suaranya sudah ada… kucarilah siaran Net TV karena Saya suka program acara yang ada disitu. Selama ini Saya hanya nonton streaming karena di rumahku siarannya belum bersih. Lanjut, nontonlah Aku The Comment.


Saya mau berangkat, Oooh… dumba’ dumba’ sepanjang jalan. Hari Kamis, 8 Januari 2015, untuk pertama kalinya Saya naik pesawat terbang Yiiihaaa!! Tiket kubeli secara online di Traveloka.com seharga kurang lebih lima ratus dua puluh ribu. Ringkas, tidak pake ribet. Tinggal registrasi terus transfer di ATM. Lanjut….sampai dibandara ambillah Aku gerobak barang. Lalu pergi ke konter untuk pengecekan tiket karena pake traveloka tinggal screenshoot di hp yang dikasi’ liat… dapatlah tiket. Kita menunggu dulu… karena masih jam 8. Sampai di ruang tunggu karena tas pakaianku terlalu besar maka diplastikkan dulu supaya menyusut. Tidak lama kemudian Guntur memanggil Kami untuk menscan barang bawaan yang nantinya akan disimpan ke garasi pesawat, di scenlah itu.

Orang yang men-scan bertanya: 
“Ada barang  besi???”
Guntur: 
“Ada, gurinda"

(Agang... gurinda itu Partai Gurinda~ Gerindra Sifa -_-)

Untungnya gurinda itu dipersilahkan dibawa. Sebenarnya di dalam dos gurinda itu terdapat 2 badi' (pisau) hehehe…  Setelah itu kita diberi kertas yang tidak tau untuk apa hahah. Setelah itu Saya cek tiket sama kartu pelajar, kemudian scan diri sama scan tas yang dibawa masuk ke pesawat bukan yang ke garasi ya karena itu sudah. Haha lampunya warna hijau. Kalau Guntur, merah. Discan ulang sama orang pake tongkat detector.

Saya bertanya:
"Kenapa berwarna merah?"
Guntur menjawab: 
"Ada rokok dan korek di kantongnya"

Sekarang barang, ambillah Aku wadah untuk menaruh kamera. Tasnya Atty discan ulang kayaknya tidak ada besi besi sama korek. Ketupatnya mungkin hahah~  Pergilah Kita ke lantai 2 dekat gerbang pesawat. Pesawat yang kupesan yaitu pesawat Lion Air, lama juga menunggunya. Baru salah juga tukang informasi bandaranya katanya tujuan Palu gerbang 4 jelas jelas ditiketnya gerbang 5, menunggulah itu. Baru cantiknya ikan di akuarium situ. Ikan nemo sama temannya nemo yang berwarna biru siapa lagi namanya??? Menunggulah sambil makan kerupuk yang kubeli sebelumnya. Katanya pesawat delay 20 – 30 menit.

Tidak lama terbuka sudah gerbangnya, sempitnya. Ohhh.. tambah dumba’ dumba’`~ jalannya seperti dalam sebuah lorong lorong lalu disambutlah sama pramugari berkebaya merah yang diliat liat capek tersenyum tapi berusaha untuk ramah 👍🏻👍🏻 sampai diatas pramugarinya memberi tahu kursi Kita. Di pesawat itu kursinya 3 seat. Nomorku 36 E terpisah sama Guntur.

Guntur: 
"Mbak bisa ditukar tempat duduknya?"
Pramugari: 
"Yang penting penumpang yang ingin ditukar mau juga"

Akhirnya Bapak yang sebenarnya duduk disampingku, mau ikut pindah. Aiii~ Saya duduk di dekat jendela karena tidak ada Kukerja, baca bacalah majalah. Cari gula gula tidak ada karena Guruh bilang ada gula gula nanti didapat. 

Pesawatnya jalan, putar landasan dan tiap kali burung besi itu bergerak Saya beristighfar dan baca Al-Fatihah. Gerak-gerak  terus kapan lepas landasnya??? Lama-lama bosan juga, mungkin mesinnya dipanaskan dulu dan terbanglah pesawatku. Pesawat itu seperti loncat loncat deh nyawaku melayang - layang seperti mau terbang tapi saat diatas sudah tidak. Wihh~ hamparan lampu lampu dari atas sini. Aiiih~ tapi tidak bisa ambil fotonya dari atas dengan kamera. Kutunggu lagi ada seperti camilan teryata dijual. Pilotnya ngasih tau kalau cuacanya sangat bagus dan saya berada 3721 KM dari permukaan laut. Di pesawat itu tidak ada LCDnya, membosankan. Untung Saya duduk dekat jendela jadi hiburannya tetap ada.

Legaku saat pilot bilang beberapa menit lagi mendarat. Saat mendarat ada semacam gajlukan di lintasan pendaratan. Guncangannya lumayan buat kaget. Tapi, Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. 

Akhirnya sampai, ambillah barang yang dibagasi. Kutunggulah Mamaknya Guntur menjemput Kami. Setelah itu naik mobil ke Ogoamas.

So, this is My first fly !!!

4 Komentar

Lebih baru Lebih lama