Suzume: Meretas Air Mata dengan Keindahan

 Abis nonton Suzume dan berakhir nangis😭😥

SPOILER ALERT !!!!!

Yang buat nangis itu Ketika Suzume di masa depan ketemu Suzume di masa kecil buat menguatkan ke Suzume kecil kalau nanti tumbuh dewasa tidak semenakutkan itu dan berusaha menerima kenyataan dan ikhlas atas kematian ibunya.  Ingat katanya:

“Masa depan tidak semenakutkan itu, percayalah akan ada banyak orang yang menyayangimu nanti”

Habis nonton itu, rasanya ingin melakukan hal yang sama 😭👎kalau ada yang bilang


film ini overrated, sori bos soalnya Suzume berkesan banget buat orang yang pernah trauma ditinggal dan takut buat tumbuh dewasa, jadi pesannya nyampe buat mereka.

Lagu-lagu Radwimps dari jaman Kimi No Nawa sampe Suzume gapernah ngecewain 😉🦖 Pulang naik bis, sepanjang jalan nyanyi ost Suzume mumpung sepi. Drivernya diam saja, mungkin mikir

“Orang satu ini mungkin stress”

Memang pakk...

Oke, jadi ceritanya….

Souta yang punya tanggung jawab menurun dari keluarganya sebagai penjaga pintu. Pintu ini dicek berkala itupun pintunya mana kota ke kota lagi. Pekerjaan mulia ini untuk mengantisipasi cacing ‘Alaska’ yang ngeyel lewat dari pintu dengan cara menutup dan mengunci pintu itu. Kalau cacing ini sampai jatuh ke bumi dapat mengakibatkan gempa dahsyat yang dapat menghancurkan bumi. Souta yang tidak sengaja bertemu dengan Suzume, akhirnya Suzume juga ikut serta membantu si Souta untuk menutup pintu-pintu itu. Ketidak sengajaan itu ternyata sudah tergariskan pertemuan mereka karena Suzume ada hubungannya juga dengan kejadian fantasi luar nalar tersebut.

Daijin alias kucing putih ini yang merupakan dewa agak ngeselin. Ah baru ingat kayanya Daijin ini sengaja membawa Suzume ke ranah yang bahaya agar dia bisa ingat masa kecilnya yang sudah dilupain karena Daijin yakin Suzume bisa mengatasi itu semua. Sama halnya dengan:

“Apa yang buruk bagimu terkadang yang baik menurut Tuhan dan sebaliknya”

Ngeselinnya dapat, apalagi pas di scene taman bermain itu. Tapi berikutnya ingin bantu Suzume. Jujur pada saat itu ga ngeh ini Daijin sebenarnya gimana dah. Kasihan juga si saat Suzume marah, Daijin langsung murung dan kurus. He just want to be loved dan tidak mau jadi paku bumi lagi, mungkin.

Dari sekian film Makoto Shinkai, beliau sepertinya suka menggunakan gadis remaja sebagai tokoh utama terus tokoh-tokoh perempuan ini pasti ceritanya berpusat di sekitar seorang pria, gadis gadis remaja yang rada bucin. Cewe remaja yang belain tidak sekolah gegara orang ganteng. Memang seakan-akan membuat hal yang sama berulang kali yang beda hanya “bencana alam apa” tapi menurutku film ini tidak membosankan dan skriptnya tidak begitu buruk amat. Sebelumnya sudah pernah nonton Weathering With You, tapi entah kenapa ini ceritanya saya tidak ingat lagi sekarang. Apakah mungjin kurang berkesan?

Kalau disuruh pilih Souta atau Serizawa?

Kayanya serizawa hahah, dia orangnya terlihat santai dan hobinya dengar musik juga lagi. Mutarin playlist sesuai dengan kondisi yang ada disekitarnya terus sepertinya sangat baik karena walaupun mobil abis nyungsep ketawa saja terus dilakbanin hahah. Calon guru satu ini rada kocak.

Suzume’s landscapes were so pretty, true!! Movie genuinely gave me goosebumps and tugged at my heartstrings

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama