Mulai
tanggal 20 Agustus 2022 kemarin, Aku mengikuti rangkaian kelas dari
GoodStats GNFI, “Data Journalism 101”. Pada kelas pertama berjudul " Kupas
Tuntas Jurnalisme Data" dengan
pemateri Iip M. Aditiya (Head of GoodStats GNFI). Dari kelas tersebut, diawal diperkenalkan GoodStats
itu seperti apa, fokusnya apa sih, dll. Barulah selanjutnya masuk ke materi
jurnalisme data.
Dari intro, jadi GoodStats itu berfokus
menyajikan informasi berkualitas dengan pendekatan data dan angka. Setiap data
dikemas semenarik mungkin agar enak dinikmati, sesederhana mungkin agar mudah
dipahami. Menurutku itu lumayan berhasil, karena Saya dan mungkin beberapa
orang lainnya benar-benar mengikuti akun instagram GoodStats karena informasi
yang diberikan bukan sekadar kata-kata tetapi juga terbuktikan dengan adanya
data yang pastinya kevalidan data yang digunakan oleh mereka pasti kualitasnya
tinggi. Jika Agang lagi cari media yang berbasis data tetapi tetap menarik yang
topik informasinya bermacam-macam, followlah akun Instagram GoodStats dan
TikTok, atau bisa juga lihat dalam bentuk artikel di website: www.goodstats.id
Apa
itu Jurnalisme Data?
Masuklah
ke materi utama yaitu basis jurnalisme data. Dimana pada jurnalisme data
terdapat 3 hal dasar yaitu tulisan, riset, dan social media. Walaupun menjadi focus
utama kita dalam membentuk sebuah media adalah lewat social media tetapi
tulisan juga perlu. Sehingga masih bisa jadi alasan kenapa perlu juga diluncurkan
dalam bentuk website. Mungkin ada beberapa topik yang membutuhkan penjelasan
lebih oleh pengguna. Karena di media social sendiri kan terbatas, sederhana dan
lebih mementingkan secara visual.
Jenis-jenis
artikel yang dapat dijadikan konten jurnalisme data yaitu narasi (biografi dan
sejarah), deskripsi (review produk, review tempat, dan review makanan),
eksposisi (how to be, tips and trick, hal unik), news (hard news, staright
news, dan investigasi), persuasive (campaign dan medicine), data (driven,
mining, banchmark dan ranking).
Data
mencerminkan kumpulan fakta. Sedangkan
kerja jurnalis adalah mengumpulkan fakta yang bertebaran dilapangan dan
menyajikannya menjadi sebuah informasi. Jadi bisa disimpulkan jurnalisme
data yaitu kumpulan fakta yang digunakan sebagai dasar analisis, penggambaran
informasi dan pembuatan berita. Di dalam jurnalisme data proses yang dilalui
yaitu analisis lalu penyajian dimana sumber data yang digunakan ada yang secara
primer dan secara sekunder.
1. Sumber data primer, data
yang berasal dari riset sendiri dengan membagikan kuisoner atau survei secara
langsung kepada pastisipan lalu dianalisis sendiri untuk menyimpulkan sebagai
suatu data.
2. Sumber data sekunder,
data yang diambil dari lembaga riset, lembaga statistic, lembaga/organiasi internasional,
lembaga pemerintahan, dan annual report perusahaan. Untuk mengetahui tingkat
kevalidan lembaga bisa dilihat track record identitas dari lembaga tersebut.
Mengapa
Jurnalisme Data Penting?
Jurnalisme
data penting karena bisa menjadi proyeksi misalnya tentang perekonomian dalam
beberapa tahun kedepan, menangkal hoax karena berbasis data, dan tentunya
berita yang disajikan lebih valid.
Namun,
bagaimana cara data yang sudah dianalisis dapat berhasil mendapatkan perhatian
dari masyarakat? Jawabannya yaitu
memperhatikan insight pada media social.
GoodStats
sendiri sudah membuat data 10 media social yang paling sering digunakan di Indonesia.
BTW, dibawah ini menggunakan sumber data sekunder.
Selain GoodStats, media yang berbasis data yaitu Katadata.co.id, Statista, KompasData, Visual capitalist, Lokadata, dll. Pada jurnalisme data sebagai model bisnis alias jurnalisme data mendapatkan pemasukan dari beberapa sumber misalnya, news as media, panel survei, advertising, riset, dan paywall.
Pengolahan dan Pemeroresan Jurnalisme Data
Bisa
dilihat perbedaan pengolahan dari jurnalisme tradisional (biasa) dengan jurnalisme
data. Pada pengolahan jurnaslime tradisional data yang diperoleh dari berbagai
sumber langsung diolah sama jurnalis menjadi sebuah artikel. Sedangkan jurnalisme
data lebih rumit karena data yang diperoleh atau data yang diambil baik dari
sumber primer atau sumber sekunder akan difilter lagi secara tingkat kevalidan,
lalu dianalisis dan divisualisasi dalam bentuk chart, grafik dengan bermacam
bentuk biasanya juga bergantung pada jenis data.
Dalam
membuat artikel data ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan saling
berkaitan, yaitu:
1. Judul,
buatlah yang menarik namun tetap relevan.
2.
Isi, memperhatikan kerangka (pembuka, isi, dan penutup) dan
bahasa penulisan.
3. Visual,
sertakan visual statistk dan redaksi tulisan.
Apa
itu Visualisasi Data?
Visualisasi
data merupakan kegiatan interpretasi data dan informasi melalui bentuk grafis
atau visual. Dengan kata lain, visualisasi data berperan penting untuk mengkomunikasikan
data agar lebih efektif dicerna pembaca. Visualisasi data hadir sebagai solusi
dalam penyajian data agar lebih mudah dipahami, lebih cepat dicerna, dan lebih asik
dibaca/dilihat.
Tools
Aplikasi Visualisasi Data
Tools
aplikasi yang bisa digunakan dalam visualisasi data yaitu Photoshop, Adobe Illustrator.
InDesign, CorelDraw, PikToChart, Flourish, Python, JavaScript, dan aplikasi
lainnya.
Ragam
Visual Jurnalistik Data
1.
Regular Chart
2. Up Down Chart
3. Line Chart
4. Square Chart
5. Pie Chart
6. Historical Chart
7. Company by Volume
8. Map Graphic
9. Personal
10. Random
11. Random Non-Statistik
12. Headline Post
13. Multipleslide
14. Big By Volume
15. Motion Chart Bar
Acara : Data Journalism 101 Batch 1 : Kupas Tuntas Jurnalisme
Data
Penyelenggara : GoodStats
Tanggal : 20 Agustus 2022
Tempat : Aplikasi Zoom



