Masa Menjelang Dewasa Kesenangan Jadi Angin Lalu ?

 


Saya berusia 22 tahun, tahun ini menjelang 23. Woah gila. 23 pak 🤯. 23 tahun menghabiskan sebagian besar hari dengan hal-hal yang tidak begitu mempengaruhi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Seperti menggambar, menulis, nyimak per SEO an, game, nonton film dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya menurut diri sendiri. Kalau misal lagi rame sekarang main investasi, main crypto, main NFT,  dah punya pekerjaan atau apply sana sini kerjaan untuk fresh graduate, dan hal-hal dewasa ini dan itu  yang tentunya beberapa tahun ini mempengaruhi Saya. Pengaruhnya itu membuatku takut untuk numbuh dewasa atau terlebih ke takut untuk umur angkanya nambah tetapi jiwa childnya itu masih muncul banget hahaha 😂. Pernah kaga si Agang merasa tidak tahu harus buat apa dan berpikir benar benar bodoh, kaga guna hahah? Padahal sebelumnya Agang optimis, positif banget jadi orang. Semua kesenangan, achievement yang didapatin sebelumnya kaya angin lalu bahkan terlupakan. Atau begini Agang telah melakukan yang orang lain mau tapi bagi diri sendiri tidak ada kesenangan didalamnya? Katanya kalau dah dewasa berarti mulai lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri dan mungkin kita mulai mengambil langkah itu tetapi bagi beberapa orang melihatnya kita tidak melakukan apa-apa. Terlebih jika langkah yang kita pilih itu berbeda dengan pandangan yang menaruh ekspektasi mereka terhadap diri kita. 

Memikirkan tanggung jawab, kemandirian, dan hal-hal dewasa kadang buat pusing ya hahah. Mau itu Agang pria atau wanita. Semua pasti ada poin poin pertanggungjawaban dalam diri sendiri. Mungkin begitu juga pikir orang orang umur segini ya? Ah mungkin jarang bagi berprivalage atau yang didukung sepenuhnya apa yang ia mau haha ✌🏻 lebih menghabiskan waktu lama untuk melamun jadinya. Salah satu yang cukup melelahkan si kira kira  banyak waktu yang dihabiskan untuk memberi makan otak dengan cara seperti ini. Melihat postingan sebelum sebelumnya yang kaya motivasional bener, sempat buat ketawa si hahah. 

Walaupun sebenarnya ketika berbagai macam emosi mulai datang terkadang memang perlu dikendalikan. kalau kontrol emosi lewat woah menjadi sensitif apalagi pas saatnya Agang menyesuaikan diri dengan dunia yang lebih luas dan perasaan orang lain, akibatnya menyebabkan kekhawatiran akut. Kaga bisa berpikir jernih, kaga bisa membua keputusan. Sekalinya membuat keputusan, keputusan bodoh. Jadinya sering melipir dari kehidupan bersosial karena tidak ingin orang jadi dampak kesensitifan itu.  Gila, begini amat pemikiran selama hampir 3 tahun ini ya. Seringkali isi kepala itu penuh omongan 

"Aku kenapa?" 

"Aku kenapa si?"

Dan itu kenapa terjadninya selalu dini harii. tidur cepat, tiba tiba bangun. Kepikiran lagi. Bagaimana tidak nambah kurus ya hahaha. Hanya karena tubuh Agang secara biologis siap untuk sesuatu, itu tidak berarti Agang siap secara emosional. Pikiran dan tubuh berkembang secara berbeda seringkali terpisah, bukan? 

Kalau kutip lagu Petra Sihombing Apa yang kau cari

"Lulus kerja menikah beranak, Apa lagi"

Sempat berpikir bagaimana orang dewasa memahamkan anak anak mereka tentang kehidupan. Apakah kehidupan itu hanya mengikuti kodrat apalagi soal titik 4 poin diatas? Atau ada kaga si orang dewasa yang mengajarkan anak mengambil keputusan sedini mungkin? Seringkali melihat seorang anak tahu apa yang disukai atau diinginkan orang dewasa, tetapi orang dewasa tidak tahu sama sekali kemauan anaknya. Kadang juga beberapa anak tidak ingin mengekspresikan keinginan dan perasaan kepada orang dewasa karena takut ngekhawatirin kan. Takut mengecewakan, takut dimarahin, takut tidak disetujui, berpikir bakal sia sia saja. Nulis postingan ini saja cape banget rasanya hahah. Ini bukan untuk dibaca sama orang orang sebenarnya, sebagai pelepas pikiran saja. Postingan postingan lain juga begitu yang isinya keluh kesah hahah. Kadang ada yang tanya isi blog aku apa, aku jawab saja tugas tugas makalah hahah. Dan itu mengapa ada postingan postingan yang tidak dishare di medsos juga si. 

Mungkin ini juga hanya layaknya suatu perasaan sebagai ubin dalam mosaik yang membentuk hidup kali ya. Ini adalah salah satu dari banyak ubin yang membentuk gambaran yang lebih besar: diri sendiri. Semua ubin lain itu adalah bagian dari diri sendiri: apa yang dikuasai, apa yang disukai, kenangan masa lalu, impian dan harapan. Tapi kadang kita hanya berkonsentrasi pada ubin ini yang isinya 'khawatir tentang masa depan': mencoba untuk mundur dan sadari ada ubin lain yang menyeimbangkan semuanya. Iya kan?

Akhirnya, tetap belajar untuk memercayai diri sendiri walaupun kadang ya begi tu~~

Takut dewasa pengennya jadi kura-kura ninja atau seperti Lery saja Kecuali jadi kaya raya hahah. Takut banget jadi gila kalo dipikirin terus hahha,  tapi kalo  tidak dipikiran kepikiran setengah mati. Begitulah behind the bla bla.. Sorry curhat. Jangan lupa makan Agang! Kayanya saya tipe tipenya lebih care sama orang yang belum lama dikenal hahah. Teman teman online yang sering Mabar pasti tahu haha. Agang pernah ngerasa gengsi juga si nunjukin rasa care atau sayang pada orang terdekat hahah??. Tapi daripada takut untuk jadi dewasa lebih takut gapunya uang si 😭👍🏻 

SEMANGAT ‼️❣️ 

saya, Agang, kita pasti bisaaa 🤗

Postingan kali ini Intinya takut masa depan😂

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama