Hai, semuanya! Saya harap,
Agang masih ingat saya. Sebelumnya, saya minta maaf, karena sudah sangat jarang
mengisi di blog ini. Terakhir saya menulis blog tentang…… dan ………… hmm, kalau
blog saya bisa bicara, mungkin dia akan berkata “Dari Mana Ko Sifa? Hah?!” -_-
Menulis, sebuah kebutuhan.
Menulis itu semacam obat bius -_-. Menulis itu tidak perlu menunggu punya topik
yang tepat dulu,
“Kita tidak harus menunggu
datangnya inspirasi itu. Kita sendirilah yang menciptakannya”
-Stephen King-
Ambil saja pena Agang,
goreskan kata yang ingin dikatakan, apa yang ada didalam pikkiran Agang, apa
yang Agang lihat, dengar dan rasakan, macam lagu Sheila On 7. Biarkan mengalir. Dan BOOM! Semuanya bebas,
lepas, Agang melayang jauh macam lagu Iwa K. menulis itu bukan soal benar atau
salah. Tapi Agang mau atau tidak? Pilihlah kata – kata yang mudah dimengerti
kecuali puisi ye...
Menulis tidak harus serius.
Tidak harus merangkai kata yang sempurna. Jika Agang menulis, Agang jadi
pembaca setia untuk tulisan sendiri. Jadikan itu kebiasaan. Maka, Agang akan
mengenal diri Agang sendiri.
Menulis juga dapat menjadi
pilihan terbaik, ketika Agang tidak sanggup mengucapkannya atau tidak sanggup
lagi memendamnya atau Agang ingin menyidir orang heheh. Tulis saja !
Dari tulisan juga kita akan
tahu bagaimana kita dulu, dan bagaimana perubahan kita sampai sekarang.
Lihat, tulisan saya masih
tidak bagus toh? Saya sering nostalgia dengan tulisan – tulisan saya.
Menulislah.. penulis juga
pasti awalnya menulis untuk diri sendiri dulu. Lalu, membiasakannya dan
menjadikan tulisan mereka sebagai karir mereka.
Menulis itu segampang kalau
kita berbicara. Jika Agang pandai bicara, kenapa pembicaraan itu tidak
dituliskan. Cuma kebanyakan kita tidak tahu mengubah bicara itu jadi sebuah
tulisan.
Sayang sekali, kalau punya
laptop, komputer, tablet, HP canggih hanya dipakai untuk game atau internetan.
Semua orang pasti bisa. Masa’
ilmu banyak tapi tidak ditulis, berpendidikan tinggi tapi tidak ditulis,
berpengalaman luas tapi tidak ditulis, Travelling kesana, kesini, kesitu tapi
tidak ditulis.
Menulis bisa menghibur dan
menjadi kawan. Jangan pedulikan Like dan komentar.
Dengan, menulis Agang bisa
kenal dunia. Diri sendiri. Bahkan, dunia bisa mengenal Agang.
Saran:
Menulislah di tempat yang
tepat. Jangan buku sekolah, dinding, atau buku utang. Kalau di dunia maya tulis
saja di blog, FB, Twitter, atau Sosmed lainnya. Kalau saya lebih suka menulis
di buku pada malam hari dengar radio kalau ada kue, makan kue. Kalau tidak ada
kue makanlah pulpen. Setelah kutulis dibuku, baca dulu. Baru diketik di word. Post
di blog kalau na kasi ka’ WiFi nya Dekkeng ku’ . kalau tidak na kasi ka’
sengsaralah blog ini~~~

menulis itu ibaratkan kita mau berbagi sesuatu kepada orang lain
BalasHapusmenulis di tempat yg tepat akan bermanfaat bagi semua orang yang membacanya
BalasHapustergantung kepada yg menggantung :)
BalasHapuswah nice artikel gan kebetulan saya suka menulis juga
BalasHapusHobi menulis itu emang mengasyikan, Nice post (y)
BalasHapus