Saya lupa post.
Aku berangkat dengan mobil Avanza. Rata-rata memang mobil pengantar di Palu memakai mobil merk Avanza. Kita berangkat jam 12 malam, kira-kira perjalanan ke Ogoamas itu 8 jam. Saya duduk di kelas depan bersama Ibu' Ibu . Cus berangkat... tapi asli itu sempitnya hahah. mobil yang mengantar kami sebelumnya pergi untuk mengambil penumpang di suatu tempat. Dimana tempatnya terdapat kandang ayam yang luas. Jadi astaga.. bau kotoran ayam tercium pekat. Sementara itu ibu ibu yang berada di samping saya tidur terus, jadi karena ada 2 penumpang yang baru naik. Atty dimajukan ke kelas depan di sampingku. Sedangkan ibu ibu dipindahkan ke samping sopir. Deh.. 4 orang di depan. Perjalanan dimulai...
Sampai di Pertamina, deh banyaknya mobil motor yang mengantri. Karena katanya itu Pertamina terahir sebelum nanti melalui jalan yang penuh hutan. Perjalanan kembali dilanjutkan. Mobil yang saya tumpangi, tentu saja tidak diam. Ada musiknya, tapi lagu Bugis. Baru volumenya full hahah. Saya pun mengantuk. Saya pun sandar ke jok sedangkan Atty mencondongkan badannya ke depan, kadang bergantian. Waktu saya tidur, kepalaku selalu bertumbuhan dengan kepala ibu ibu. Kalau dibilang mengganggu, ya mengganggu tapi diwajar wajarin saja.
Memasuki jam sahur, kami menyempatkan singgah untuk makan di warung. Di area itu bisa dibilang sebagai rest area. Rest area tersebut banyak terdapat warung. Aku pesan ayam goreng, berharap semoga dadanya karena saya makan ayam hanya bagian itu. Yesss dada, untung dadanya. Setiap orang diberi 1 piring dada ayam, 1 mangkok cuci tangan, 1 tempat nasi yang banyak, dan sambel. Aku cukup 2 sendok nasi dan ayam pun ludes. Kenyang.
Lanjut lagi, saya tidak tidur sampai pagi. Kulihat sunrise. Wow subhanallah... Perjalanan pun mulai menaiki gunung, setelah itu muncullah pantai. Katanya kalau sudah terlihat oantai berarti sudah dekat tujuan. Dan btw, pagi itu saya tertidur pulas.
Sampailah di rumah mama guruh alias di Ogoamas. Baru sampai saya langsung otw untuk mandi dan aku heran apa berwana hijo hijo di dalam air, ternyata itu batu sojol. Katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tempat mandi ini pun tidak ada pula atapnya hahah. Sementara dibuat kamar mandi yang bener bener kamar mandi. Dan akhirnya tidur siang karena asli perjalanan kali ini cape dan cuaca lagi panas. Bagaimana tidak panas? Di depan rumah itu pantai, tapi indah si. Saya suka. Rumah penduduk disini semua dari batako karena tidak ada tanah dan kalau batu merah cepat runtuh karena dekat dengan laut.
Sore harinya, aku pergi beli takjil bersama mama guruh di desa sebelah dengan motor. Aku takut dibonceng hahah. Kurang nyaman karena step belakangnya tidak ada. Apalagi dibalap, aku hanya memegang di belakang dengan pasrah hahah. Jadi kami pergi membeli ikan. Wihhh.. segarnya karena baru ditangkap dari laut. Ada ika bandeng hingga cumi cumi. Akhirnya yang jadi dibeli adalah ikan batu. Lanjut beli takjil yang terdiri dari resoles. Bedanya resoles disini itu bentuknya bundar.
Waktu berbuka puasa pun tiba, ikan yang dibeli sebelumnya akhirnya dibakar, lalu buat sambal alias Lombok semua. Aku awalnya tidak ingin makan ikan karena memang kurang keinginan untuk memakan ikan. Tetapi setelah dicoba, ommaleee~ enak. Kalau misal saya tinggal disini bisa-bisa aku pecandu ikan hahah. Baru pertama kali saya makan ikan seenak itu. Aku jarang makan ikan karena biasanya ada bau amis, tapi ikan disini tidak. Segar betul. Atty pun bilang aku akan naik berat badan jika tinggal disini hahaha. Sesudah makan saya lihat gitar milik Guntur. Tapi senarnya kendor. Jadi, saya minta ke Guntur untuk disetem. Akhirnya stelah 6 bukan tidak main gitar, akhirnya main...
Aku pun menyalakan televisi. Tv tv di Ogoamas semua pake parabola karena tidak ada jaringan. Jaringan hp saja hanya khusus Telkomsel. Jika ingin internetan kudu ke desa sebelah. Alhamdulillah ada NER TV, nonton sampai jam 1 dini hari.
cukup
hari ini. sampai jumpa...